Segera setelah usainya rapat terakhir yang dihadiri beberapa “padatan” di lingkungan BangbangWetan, dibuatlah grup WhatsApp sebagai media komunikasi internal sesama panitia. Semacam ruang pertemuan bagi satu “panitia ad-hoc” atau kelompok kerja. Nama yang disematkan untuk grup WA ini adalah “#12Th BangbangWetan”.

 

Ketika rapat, masing-masing “padatan”  menyatakan berbagai komitmen mereka.  Bentuk komitmen yang muncul sangat berragam. Ada yang berbentuk matengan ada juga yang masih wantah. H+3 pasca rapat, tepatnya tanggal 17 September, Ariawan–wakil dari salah satu padatan–mengirimkan pesan pribadi kepada salah satu Pegiat BangbangWetan. Pesan singkat melalui aplikasi WA ini mengabarkan bahwa telah ditransfer sejumlah uang sesuai komitmen yang keluar dari kas Bonek Maiyah–alhamdulillah.

Pegiat BangbanWetan sebagai penerima pesan menyarankan Ariawan agar melaporkan bukti transfer ke grup WA “Panitia Ad-hoc”. Pertimbangannya adalah untuk memberikan efek “panas” bagi semangat sedulur lainnya. Benar saja, setelah bukti transfer terbaca di grup WA, reaksi suka terekspresikan dari munculnya komentar dan tanggapan. Semua bergembira.

 

Jimat khas rangkaian kata Gusti Allah Sugih adalah mantra bagi keberlangsungan #12TahunBangbangWetan. Meski demikian, masih banyak kebutuhan dana yang besifat “wajib” bagi terlaksananya acara. Beberapa pos anggaran masih belum bisa diperkirakan akan datang dari sumber yang mana atau siapa. Meski Surabaya sangat kental warna semangat Bonek yang menyala-nyala, tidak bisa diabaikan kalkulasi yang berisi angka-angka.

 

Monggo, yang berkenan menyalurkan aspirasi atau bentuk lain pasokan energi bisa melalui nara hubung berikut ini:

  1. Fajar: 0857 4949 8689
  2. Yasin: 0822 2888 6980
  3. Tama: 0856 4835 8333
  4. Dicky: 0813 3659 0350