Kolom Jamaah, Reportase

Adakah Harga yang Setimpal untuk Sepotong Keikhlasan?

oleh: Andik Purwanto

Terimakasih Kepada : Tuhan YME,

Kepada para sesepuh dan pembina majelis masyarakat maiyah BangBang Wetan, kawan-kawan pegiat, volunteer, seluruh crew, kerabat kerja yang bertugas dan berkontribusi dalam upaya kelancaran pagelaran teater WaliRaja-RajaWali dan tasyakuran milad BangBang Wetan ke-16 th di lapangan Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Memimpin dan Menggerakkan setiap hati. Yang menjadikan setiap hati itu berkumpul menjadi satu lingkaran besar dalam struktur dan kepanitiaan pagelaran teater WaliRaja-RajaWali.

Tak ada hal yang menjadi landasan terkuat dan bisa menggerakkan manusia untuk bisa berkumpul, berdiskusi, berbagi ide, bekerja kolektif, dan menguarai persoalan dengan penuh mufakat, selain sebuah keikhlasan yang telah Tuhan pancarkan langsung kepada setiap kami (panitia).

Bukan hal yang mudah untuk mengkoordinasi setiap lini, divisi, seluruh struktur kepanitiaan dengan hambatan yang kita tahu bahwa tidak semua (panitia) memiliki waktu luang yang sama, untuk bisa secara sinkron dan konsisten menyelesaikan setiap tugas dan peran kerja kolektif terkait seluruh kebutuhan produksi mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga akhir dan evaluasi acara.

Butuh ‘trick’ dan ‘treatment’ khusus untuk meramu sebuah koordinasi terhadap puluhan orang (panitia). Yang hampir seluruhnya memiliki kegiatan dan bidang pekerjaan lain di luar kepanitiaan event BangBang Wetan. Tapi sekali lagi, adalah keikhlasan-lah yang menjadi kemudi dari setiap kami untuk bisa hadir dan berkontribusi, meskipun secara bergantian membagi peran.

Saya kira, tidak ada harga yang mampu untuk menawar dan membeli sebuah keikhlasan. Karena setiap keikhlasan tumbuh dari hati yang secara illahiyah di pancarkan langsung oleh Tuhan YME.

Di lain hal mungkin kita bisa mengerjakan sebuah pekerjaan dengan imbalan nominal dan material, meski dari dasar hati yang paling dalam kita tahu bahwa kita akan mengerjakan pekerjaan itu tidak dengan sepenuh keikhlasan. Kita mengerjakan pekerjaan itu lebih karena sebuah imbalan yang memang kita perlukan untuk pemenuhan kebutuhan hidup pribadi dan keluarga.

Dan sebaliknya, kita juga bisa mengerjakan hal-hal dengan dasar keikhlasan tanpa berharap imbalan nominal atau material apapun, dengan keyakinan bahwa di setiap hal yang akan kita kerjakan terkandung keberkahan dan nilai-nilai, seperti apa yang hari ini sedang di lakukan oleh kawan-kawan panitia, pegiat, volunteer, dan seluruh team kerabat kerja persiapan pagelaran teater WaliRaja-RajaWali.

Tuhan yang secara langsung memilih setiap kita menerima pancaran keikhlasan untuk terhubung dengan lingkaran kepanitiaan, membantu terselenggaranya hajad BangBang Wetan dan pagelaran teater WaliRaja-RajaWali.


Dan saya meyakini bahwa Tuhan pula yang akan membalas dan memberikan kita imbalan secara langsung ataupun tidak langsung kepada kita, dengan gelembung-gelembung rejeki kepada setiap kawan-kawan (panitia), kapanpun, di manapun, dan dalam bentuk apapun.

Terima kasih kepada semua yang telah turut andil dan menjadi bagian dari hiruk-pikuk perhelatan besar pagelaran teater WaliRaja-RajaWali. Semoga semua yang menjadi rencana bisa berjalan sebagaimana mestinya, dan semoga apa yang kita kerjakan hari ini menjadi tolak ukur kesuksesan sebuah event pagelaran yang membawa kebermanfaatan untuk seluruh simpul dan jamaah yang hadir, khususnya jamaah maiyah BangBang Wetan. Rahayu.

Surabaya, 21 September 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.