Anti-mainstream FJR

Suasana kesejukan menyerta Kota Surabaya setelah malam kemarin diguyur keberkahan hujan. Malam ini, Jumat 5 Juli 2019, dulur-dulur BangbangWetan berkumpul kembali dalam Forum Jumat Rono-rene (FJR).

Banyak hal berbeda dari FJR-an malam ini. Pertama adalah lokasi. Jika biasanya FJR mengambil tempat di rumah salah satu jemaah, kali ini FJR dilangsungkan di teras perpustakaan Balai Pemuda Surabaya, tempat yang sekian lama seakan menjadi rumah bagi JM BangbangWetan.

FJR-an kali ini lebih serius, tak sekedar rasan-rasan segala hal yang pantas dan menyenangkan untuk dirasani, layaknya FJR biasanya. Kali ini FJR lebih fokus membahas segala persiapan terkait penyelenggaraan BangbangWetan bulan Juli. Terutama bab tema bulanan yang biasanya paling pelik untuk disimpulkan. Perbedaan lain lagi, yang amatlah patut disyukuri.

Banyak dari kita yang menganggap BangbangWetan adalah forum yang tidak mainstream. Pun demikian dengan FJR. Tetapi FJR kali ini adalah anti mainstream dari mainstreamnya FJR yang ikut arus anti-mainstreamnya BangbangWetan. Jika mainstreamnya FJR adalah dihadiri beberapa gelintir orang yang selalu sama, itu-itu saja, namun kali ini FJR dihadiri beberapa jemaah yang belum pernah hadir sebelumnya, juga kembali hadirnya Mas Aminullah setelah sekian lama menyepi di hutan Borneo.

FJR yang dimulai pukul 22.00 pun bisa dikatakan anti-mainstream, karena jarang sekali salah satu endapan BangbangWetan tersebut on time dari jadwal yang tertera di undangan.

Suasana guyub khas FJR semakin lengkap dengan melimpahnya jajanan yang dibawa oleh siapa saja yang hadir. Hampir setiap yang datang tidak dengan tangan kosong. Sebuah hal yang lumayan terutama bagi anak kost-kostan.

Hasil dari FJR malam ini adalah tema yang akan dibahas saat BangbangWetan Juli nanti. Juga di mana BangbangWetan akan dilaksanakan. Serta yang terpenting adalah saudara-saudara baru, al mutahabbina fillah.

Apa tema yang akan diangkat dan di mana BangbangWetan dilaksanakan, tunggu kabar resmi selanjutnya. Sampai jumpa di FJR selanjutnya. FJR yang semoga tetap anti-mainstream.