Sengkuni2019 belum berakhir. Pasalnya, seperti yang sudah dikabarkan sejak akhir Januari lalu, pementasan Sengkuni2019 akan berlangsung dalam dua hari. Kamis malam (7/3) sekira pukul sebelas menjelang dini hari, naskah yang ditulis oleh Mbah Nun itu telah rampung dipersembahkan di hadapan para penonton yang memadati gedung Balai Budaya.

 

Pada pementasan hari pertama, antusiasme masyarakat terlihat dari kedatangan mereka bahkan saat gerimis membasahi Surabaya sejak sore hari hingga acara akan dimulai. Selain itu, juga terlihat pada antrean di depan meja screening tiket yang semakin malam semakin memanjang, para penonton yang bergantian bergaya di area photobooth, serta mereka yang menyempatkan diri mengunjungi stan merchandise. Menariknya, para penonton tidak hanya berasal dari kota Surabaya. Namun, ada yang berasal dari Magetan, Pasuruan, Malang, dan kota-kota lain dengan agenda khusus menonton Sengkuni2019.

 

Tawa dan tepuk tangan penonton tak hanya sekali riuh memecah keheningan saat menyimak satu per satu adegan-adegan yang bergantian disuguhkan. Suasana semakin riuh, ketika Mas Rahmad yang memimpin jalannya diskusi mengundang kehadiran Mbah Nun di atas panggung untuk memulai diskusi pascapementasan. Tak hanya Mbah Nun, tetapi juga Pak Jujuk Prabowo sebagai Sutradara, Pak Eko sebagai pemeran ‘khatib'(asisten narator), dan tentunya tokoh utama Sengkuni yang diperankan oleh Pak Joko Kamto.

Seperti pada hari sebelumnya, sore ini para panitia masih terus bergelut dengan tupoksi-tupoksinya pada koordinat masing-masing. Tak ketinggalan ticket box pun sudah dibuka sejak pukul sepuluh pagi. Sehingga, tak perlu khawatir bagi yang belum memiliki tiket, segeralah datang ke Balai Budaya. Agar kita bisa bersama-sama belajar mengenai apa atau siapa itu Sengkuni.