Tempatku

Oleh : Fariz Mochammad AS (Untuk 12 tahun BangbangWetan)   Tempatku bukanlah seperti yang banyak dikira oleh sebagian orang yang cuma berada di layar setiap hari Kalau di Amerika disebut sebagai negara yang tak pernah tidur, tempatku lebih dari itu Kalau di Arab disebut sebagai negara Islam, tempatku lebih dari …

Semburat di Ufuk Timur

Oleh : Fatih Yustiawan (Untuk 12 tahun BangbangWetan)   Kelopak itu memancarkan silau dari embun di pagi hari, Mencerahkan pagi yang masih semu, Menggugah setiap pengembara bermata sayu, Hati berkata, “Bunga macam apakah itu wahai mentari?” Sontak hati ini penasaran akan sosoknya, Sedemikian rupa ia memantulkan cahaya, Hingga tak sanggup …

Guyub Rukun dan Keikhlasan Bersama di BangbangWetan

Oleh: Galih Indra Pratama (Untuk 12 tahun BangbangWetan) Alhamdulillah hirabbil ‘alamin, berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada bulan September 2018 ini merupakan momentum yang spesial bagi Majelis Masyarakat Maiyah BangbangWetan. Di bulan ini, forum Maiyah BangbangWetan terbentuk dan sudah berlangsung selama 12 tahun. Bukan perjalanan yang mudah dari bulan …

Akal-akalan Tuhan, Kasihan Para Pujangga, Pemimpin tak Perlu Dipilih

Oleh : Abaro Robby (Untuk 12 tahun BangbangWetan)   Akal-akalan Tuhan   Laut yang terlihat biru Itu kan cuman akal-akalan Tuhan Biar kita yang rapuh tak selalu murung lesu   Langit yang berubah-ubah warna Itu kan cuman akal-akalan Tuhan Agar hati kita yang merasa Tak terpaku oleh apa yang ada …

Dua Belas Putaran BangbangWetan

Oleh :Nyemar Amin Kuncung (Untuk 12 tahun BangbangWetan) Di dalam kondisi hidup yang sangat malam   Pada momentum yang tepat, alam mempertemukanku denganmu   Malam yang kujalani penuh perenungan dan perbaikan diri mulai menemukan penerang   Penerang dari kegelapan pandang, persepsi, penilian, pijakan, arah, dan tujuan   Pembimbing dari ketersesatan …

NEGERI TAYAMUM

Oleh : AM. Surul (Untuk 12 tahun BangbangWetan) MBAH   Merah katanya berani, Mbah   Iya..mereka berani mengebiri burungnya sendiri   MBAH   Putih katanya suci, Mbah   Iya..mereka gemar bersembunyi di sucinya peci kiai   MBAH   Pancasila katanya lambang dasar negara, Mbah   Iya..mereka dasar penunggang negara   …