Kesultanan Melayu yang Terusir

Oleh : Prayogi R Saputra   “Pernahkah Engkau mendengar tentang Masjid Sultan dan Kampung Glam?” tanya Saridin kepada anak-anak muda yang sedang suntuk membaca-baca situs bangbangwetan.org. ”Hhaa! Nggak? Kemana saja hidupmu selama ini. Barangkali, mainmu kurang jauh,”ledek Saridin. ”OK, begini saja, biar aku jelaskan. Biar kalian nggak tempurung-tempurung amat,” ledekannya …

PANGLIMUNAN

Oleh : Prayogi R Saputra Saleh terpekur, dua laki-laki setengah baya duduk di hadapannya. Ketiganya terjebak dalam keheningan yang panjang. Siang berangsur luruh. Bayang-bayang matahari hampir sejajar dengan benda aslinya.  Di kejauhan, suara lembu melenguh. Derit bambu yang bergesekan di pekarangan belakang rumah Saleh menyayat-nyayat hati. Beberapa ekor ayam sedang …

SIKUN

Oleh : Prayogi R Saputra Begitu tiba di depan toko jamu Babah Ali, Sikun segera mencopot jas hujannya yang sudah bocor disana-sini. Motor Yamaha L 2 warna merah dibiarkan terparkir di trotoar. Tiga orang sedang duduk terpekur di dalam toko. Sikun menelantarkan jas hujannya di bawah pintu toko yang dicat …

Rumah Ros

Oleh : Prayogi R Saputra Setelah tujuh tahun menikah, Gito dan Ros mulai membangun rumah. Pasangan guru muda itu nampak bersemangat. Gito mengajar agama di sebuah SD yang jaraknya agak jauh, harus  menyeberangi sungai tanpa jembatan. Sementara, Ros mengajar kelas rendah di SD desa sebelah. Mereka bertemu karena sama-sama menjadi …

Bogank ( bag 2 )

  Oleh : Prayogi R. Saputra  Sontak, seisi rumah terperanjat. Jeritan bahagia bercampur haru berhamburan di udara, memenuhi ruang belakang rumah Pak Bogank yang sempit dan pengap. Seketika, para tetangga yang sudah pulang kembali berkumpul dirumah Pak Bogank. Mereka ingin mengetahui kabar tentang pulangnya Pak Bogank. Orang-orang berusaha merangsek masuk. Parti, …

Bogank

Oleh : Prayogi R Saputra  Malam belum benar-benar  larut. Mungkin, jam dinding di luar kamar baru menunjuk pukul sepuluh malam. Tapi suara-suara bluk theng  biadab itu membatalkan acara tidur Saridin. Matanya yang sudah liyep-liyep pun kembali blolok-blolok. Mendadak, kantuk Saridin lenyap, kabur entah kemana. Suara bluk theng  yang riuh memecah …