Ramadhan Datang Lagi

Bagi saya, satu hal yang menjadi pembeda mencolok di Ramadan mubarak tahun ini adalah tajamnya polarisasi di antara sesama lapisan rakyat satu negara bernama Indonesia.   Bulan Ramadan datang lagi. Tak pernah sama memang, bulan puasa tahun ini dengan dua tahun lalu atau satu dekade silam. Setidaknya kondisi, cuaca, dan …

Jingklong Ketaton*

Oleh : Rio NS   Assalamu’alaikum, Aksana…   Surat ini kutulis di pinggiran ladang tempat kami sandarkan harapan akan putaran laju roda kehidupan. Bukan ladang kami memang. Tanah ini milik kerabat dekat yang kerelaannya berbagi sungguh satu bentuk rezeki yang tidak pernah terduga sebelumnya. Tentang ini akan banyak catatan tersendiri …

Lebih Dari Endapan Cinta, Merekalah Magma

Sebagai bentuk koordinasi dan media komunikasi, mereka membuat satu ruang percakapan di aplikasi android yang diberi nama PRAMESWARI. Secara harfiah, kata ini berarti permaisuri. Namun bukan itu pula yang mereka ingin nyatakan. Karena kata ini adalah kependekan beberapa kata yang menggambarkan kasunyatan. Kepanjangan kata itu adalah: PeRkAuman MEreka yang Sering …

“Budaya Makelar dan Stase Keputusasaan”

Lalu bagaimana cara terbaik agar segera kita temukan orang-orang yang percaya diri? Mendapati masalah, melakukan pemetaan atas metode dan solusi atas nama diri sendiri straight to akar persoalan dan subyek utama pangkal dari segala yang ada? Di BangbangWetan Februari kemarin, Mbah Nun menyinggung soal kecenderungan semakin banyaknya orang untuk memercayakan …

Piagam Maiyah – Towards a Better New Order

  Oleh: Rio NS Setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi di Macapat Syafaat, pengumpulan usulan bagi penyusunan Piagam Maiyah dilaksanakan di Padhang mBulan, Bangbang Wetan dan Damar Kedhaton. Bagi mereka yang sering merapat di forum / rutinan Maiyah, kegiatan serupa bukanlah kali pertama. Rasa memiliki dan keterlibatan memang menjadi semacam “CMYK”, warna …

“Bersila Bagi Datangnya Warsa”

  Oleh: Rio NS Tahun baru, seperti banyak hari-hari penting lainnya tidak mengantarkan gelombang tunggal. Selalu saja kemajemukan lebih mengemuka dan kadang justru keragaman ini yang tertinggal. Mungkin ini pula alasan mengapa pada masanya, rezim Soeharto cukup produktif melahirkan tema yang secara hirarki harus dipatuhi dalam cakupan melebar dan struktur …