BERITA dari Meja Redaksi BBW juni 2016:  Berbukalah Dengan Ke-ADIL-an

Setelah pada bulan Mei “menyatu” dengan ibu dari segala acara Maiyahan, Padhang mBulan, dalam acara Ihtifal Maiyah, BangbangWetan (BBW) edisi Juni 2016 kembali diselenggarakan di halaman Balai Pemuda, Surabaya. BBW Juni yang juga bertepatan dengan malam 16 Ramadhan (20 Juni 2016) ini mengambil tema “Berbukalah Dengan ke-ADIL-an”.

bbw-juni-1

Dalam BBW kali ini Cak Nun hadir kembali menemani para jamaah BBW yang ditemani pula oleh kyai Muzzammil, pak Ali Masyhar (kepala SKK migas Jabanusa), dan ibu Hesti serta pak Suko Widodo dari kalangan akademis.

Mbak Viha sebagai perwakilan dari tim tema BBW yang memulai pembahasan tentang tema menjelaskan bahwa yang menjadi titik tekan dalam keadilan adalah soal adil. Isu-isu tentang keadilan itulah yang kemudian manusia membuat perangkat-perangkat seperti hukum dan peraturan sehingga diharapkan tercipta suatu keadaan yang adil yang nanti pada akhirnya menuju ke arah makmur (kemakmuran).

Kyai Muzammil tak lupa juga memberikan penjabarannya mengenai tema serta menyelinginya dengan sentilan-sentilan yang khas sehingga memancing gelak tawa para jamaah. Menurut beliau amal ibadah yang paling sunyi adalah puasa. “Lalu mengapa sekarang kok ramai, riuh, dan gaduh?”, sebuah retorika dari kyai Muzammil kepada kita semua. Salah satu arti dari adil adalah berada di tengah, sehingga adil butuh obyek. Masih menurut kyai Muzammil, keadilan keluar (yang berkaitan dengan orang lain) merupakan buah dari keadilan terhadap diri sendiri.

bbwjuni-2
Cak Nun mengawali bahasannya dengan menjelaskan perbedaan antara siyam dan shoum yang beliau sadur dari cak Fuad pada Padhang mBulan Juni 2016. Siyam adalah tidak makan dan minum sejak subuh hingga maghrib baik di bulan Ramadhan maupun bulan lainnya. Shoum adalah pemaknaan dan aplikasi siyam di segala bidang dan aktivitas hidup. Maka niat awal untuk melaksanakan puasa Ramadhan adalah ‘nawaitu shouma….’ – dengan demikian selama berpuasa tidak makan dan minum itulah kita sekaligus menahan diri dari perbuatan yang terlalu mengikuti hawa nafsu dalam bidang apapun.

Cak Nun juga menjelaskan kata-kata Rasulullah yang dikutip oleh cak Fuad bahwa Ramadhan itu sekolah. Tempat atau waktu untuk belajar. Metode kurikulumnya adalah siyam. setelah Ramadhan prakteknya adalah shoum. Sedari itu marilah Ramadhankan seluruh harimu.

*Meja Redaksi BBW