Berita

Di Bawah Sinar Rembulan

Setelah padam riuh rendah ‘perayaan’ 12 Tahun BangbangWetan bulan lalu, masih bertempat di lokasi yang sama, Balai Pemuda, BangbangWetan edisi Oktober dilangsungkan. Mengangkat tema bertajuk ‘Tanjakan Kearifan’, setelah pembacaan ayat suci Al-qur’an dan shalawat, kelompok musik keroncong Kurmunadi hadir di atas panggung membuka acara dengan tembang “Di Bawah Sinar Rembulan”.

Memang, sinar rembulan di langit Surabaya malam ini sedang cerah-cerahnya, mengiringi langkah para jamaah Maiyah yang terus memadati lokasi acara. Diskusi tema dengan para jamaah sedikit berwarna dari pada biasanya, dengan kehadiran seorang srikandi bernama Septi di atas panggung. Para muda-mudi dengan keberaniannya memberikan perspektif mereka mengenai tema BangbangWetan edisi bulan ini.

Menjelang pukul sebelas disambut dengan tembang-tembang yang sebelumnya dibawakan Kurmunadi dengan alunan khas keroncongnya, Mas Acang hadir di atas panggung mengupas tema. Tidak berselang lama, Pak Suko bersama Mas Sabrang dan Pak Sanhari, seorang dosen dari Unitomo, naik ke panggung untuk melanjutkan diskusi lebih jauh.