Dinamika Cinta; BangbangWetan, Balai Pemuda, dan Indonesia

Tak ada pelepas lelah dan penat yang lebih tepat daripada pulang. Seperti BangbangWetan (BbW) Desember yang akhirnya “pulang” ke Kompleks Balai Pemuda Surabaya setelah berkelana sejak Maret 2017 silam. Sebuah suasana yang selalu BbW rindukan selayak dekapan hangat sang ibu saat menyambut kepulangan anaknya.

Setelah sholawat dibacakan oleh jamaah, penampilan band dari teman teman penggiat turut memesrai suasana malam ini. Seperti biasanya, jamaah menyiapkan tempat duduk dan saling menyapa kanan kirinya. “ Prolog tema malam ini bisa dibaca di bangbangwetan.org “ begitu sapaan Mas Amin selaku moderator. Prolog Tema menjadi penting untuk setiap pelaksanaan forum maiyahan sebagai “ lemek “ dalam memasuki dimensi keilmuan yang akan digali malam ini.

Sejak terselenggara pertama kali pada September 2006 silam, pihak BbW selalu berusaha dan istiqomah untuk setia pada proses. Termasuk dalam hal tata cara pemakaian Kompleks Balai Pemuda dengan segala sarana penunjangnya. Penggiat melengkapi segala proses ubo rampè administrasi sebagaimana pihak lain lakukan. Tak ada istilah anak emas bagi Forum BangbangWetan pun juga tak ingin di-anakemas-kan.

Tak lupa terimakasih kami ucapkan kepada para Jannatul Maiyah (JM) BangbangWetan yang turut setia berproses dalam rakaat panjang hingga memasuki tahun ke-11 ini. BangbangWetan dan JM merupakan suatu unsur yang tak mungkin dipisahkan sehingga apabila kita berbicara tentang BangbangWetan, sudah pasti kita sebut juga JM di dalamnya.

Tanpa dukungan dan kemandirian Jamaah Maiyah semua, rasanya mustahil BangbangWetan akan mampu bertahan lebih dari 1 dekade. Sedari itu terus rapatkan barisan, aplikasikan dawuhè Mbah Nun tuk nandur, pasa, dan shodaqoh. Inilah bentuk “urun” kita pada bangsa dan negara kita, Indonesia.

Kekhusukan malam ini bertambah dengan kehadiran Mas lutfi , JM yang menjadi penggerak salah satu endapan BangbangWetan ‘ Rolasan ‘ . Beliau memimpin jamaah untuk melantunkan sholawat sekali lagi, dengan penuh semangat dan penuh dengan raut wajah keiklasan. Suatu kebahagiaan tersendiri untuk bisa kembali ke Balai Pemuda .

(Tim Reportase BangbangWetan)