Prolog

Eskalasi Ilmu – Prolog BangbangWetan Juli 2022

Oleh: Tim Tema BangbangWetan

Topik mengenai definisi, teori, serta problem solving di kanal ofisial youtube “Damar Panuluh”, amat asyik untuk dikaji lebih dalam. Pasalnya pendapat yang berasal dari definisi sering kali didudukkan pada eskalasi posisi pemahaman yang dipaksakan kepada lawan bicara untuk dipercaya. Padahal untuk menuju teori, analisis atau eskalasi ilmu complex, kita harus melewati simplex, mengetahui definisi dalam membaca sesuatu hal masing-masing dari kita.

Mas Sabrang dalam kanal ofisial yang di-subscribe 12,5 ribu akun pada judul “Seri Males Belajar, Pinter Cepet”, menjelaskan eskalasi ilmu: 1. Simplex adalah belajar dari yang paling dasar, yaitu belajar dari huruf, kalau diterjemahkan dalam dunia ide misalnya B-O-R-O-B-U-D-U-R. Kalau dalam  dunia keilmuan belajar yang paling dasar disebut sebagai definisi atau konsep. 2. Complex adalah tahap setelah kita belajar huruf dikembangkan menjadi kata BOROBUDUR. Kalau dalam dunia keilmuan disebut sebagai teori atau analisis. 3. Multiplex adalah ketika complex atau teori bisa kita gunakan menjadi sebuah kalimat. Misalnya Candi Borobudur adalah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Jadi, kita belajarnya sangat sedikit dari simplex atau definisi, tetapi kita bisa mengkonstraksi begitu panjang menuju multiplex. Maka dari itu menurut Mas Sabrang, kita bisa belajar sedikit tetapi efek manfaatnya bisa sepanjang hidup.

Kalau kita berangkat dari khasanah Jawa, ada istilah Ilmu kelakone kanthi laku. Bahwa ilmu itu harus dilakukan. Jangan hanya sekadar nyantol menjadi definisi di otak tanpa kita tahu fungsi dan kegunaannya. Ilmu berupa data harus kita konsepkan ke dalam otak supaya menjadi informasi baru bagi kita. Selanjutnya informasi itu kita temukan kegunaannya bagi diri kita dan mencoba kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum kita belajar ilmu kelakone kanthi laku ke hal yang luas dan mendalam, mari kita aplikasikan pada hal yang sederhana. Mas Sabrang menganjurkan agar dimulai dari satu persatu huruf atau definisi, berikutnya menjadi kata atau teori, berikutnya kita temukan kegunaan teori itu pada kehidupan sehari-hari. Maka dari itu perlunya mengumpulkan  definisi atau konsep itu, karena ketika kita menuju eskalasi complex, membaca hampir semua teori dan memahami analisis akan jauh lebih mudah. Karena definisi atau konsep yang kita kumpulkan lengkap untuk membaca teori, menyerap informasi, dan memahami analisis yang banyak dan beragam. Perlu dipahami bahwa beragamnya teori berasal dari definisi-definisi yang digabungkan sehingga berasal dari hakikat atau definisi yang sama.

Pada proses belajar, akan lebih efektif orang yang tahu teori, sehingga ketika kita berdialog akan ngomong pada lapangan yang sama, saling bisa mengerti. Bukan debat pada lapangan definisi melainkan debat pada lapangan pemecahan masalah.

Mas Sabrang berharap, kita menyadari ada eskalasi ilmu dalam proses belajar sampai laku. Entah dengan dijelaskan pada bahasa pemahaman kita sehari-hari dalam menulis atau mendiskusikan dengan teman jamaah dan narasumber ketika hadir dan ngopi pada majelis ilmu BangbangWetan edisi Juli 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *