FJR; Penjaga Kuda-kuda BangbangWetan

 

Malam ini hari terasa dingin, karena itulah dulur-dulur BangbangWetan menghangatkan suasana melalui FJR (Forum Jumat Rono-rene). FJR merupakan salah satu endapan dan sebuah rutinan yang sudah berlangsung sejak zaman Pak Ndut (alm.) yang terus kami coba jaga keadaan dan keistiqomahannya untuk tetap ada sebagai tempat penjalin keakraban dan menemukan solusi terhadap permasalahan yang sedang dialami.

 

Sabtu malam, 22 Juni 2019, adalah hari yang disepakati untuk FJR-an para pegiat BangbangWetan untuk menjalin rasa yang terasa kian renggang dan menjawab permasalahan yang menjadi masalah bersama. Acara malam itu bertempat di rumah Mas Acang yang sangat terbuka dan telah bersedia untuk menyediakan tempat berkumpul.

 

Saudara jauh yang bertepatan mempunyai waktu juga menyempatkan hadir untuk mengobati rasa kangen. Sambil ngopi, ngudud, ngletik kacang, dan segala yang disuguhkan, kami membahas secara enteng apa yang bisa disebut masalah untuk meng-upgrade kualitas BangbangWetan.

Mas Hari mengatakan bahwa perlu untuk lebih fokus dan berkonsentrasi pada kuda-kuda diri BangbangWetan agar tetap kuat dan seimbang dalam menjalani hidup ke depannya. Konsentrasi lebih pada bagaimana jawaban ke depan untuk bisa menghidupi BangbangWetan dan agar forum tersebut tetap berlangsung istiqomah. Misalnya dengan mendirikan badan usaha untuk memproduksi barang atau jasa sebagai pemasukan bagi BangbangWetan.

 

Tetap pada suasana kemesraan, Cak Amin Tarjo mengusulkan bahwa untuk lebih meningkatkan produksi Merchandise BangbangWetan yang bulan-bulan akhir ini sedang vakum. Setidaknya tetap pada keistiqomahan untuk tetap menjaga proses produksi merchandise sehingga tetap stabil untuk menghidupi badan BangbangWetan.

Pada akhir pertemuan malam ini lahirlah kesepakatan untuk bertemu dan kumpul kembali secara utuh para sesepuh sampai ke generasi muda, sehingga lahirlah tema pertemuan itu “Defragmentasi BangbangWetan”. Semoga tepat terlaksana pada awal Juli yang rencana tempatnya masih dirundingkan bersama.