Prolog

Hujan Deras Hasbunallah – Prolog Bangbang Wetan November 2021

Hujan Deras Hasbunallah

Tetapi ada tingkat-tingkat urusan dan masalah yang berada di luar jangkauan kerjasama dan tolong-menolong antar manusia. Dalam narasi “Hasbunallah” itu ditegaskan bahwa yang menolong adalah Allah sendiri, dan manusia yang bermasalah tidak perlu meminta pertolongan serta perlindungan kepada yang selain Allah. Tidak kepada sesama manusia. Tidak kepada teman, keluarga, suami, istri, anak-anak, sahabat, anak buah, ummat, masyarakat, kolega, santri, geng, klub, golongan, teman separtai atau ormas, kantor, institusi, atasan atau bawahan, hukum negara, hukum adat, norma sosial atau apapun. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan. Dan itu cukup. Cukup Allah yang menolong dan melindungi kita. [Emha Ainun Nadjib, Kebon #108, “Hanya Allah. Tapi Allah Tidak Hanya.”]

Tema ini berangkat dari anjuran Mbah Nun pada Padhangmbulan  Oktober 2021 agar kita dengan memperbanyak wirid Hasbunallah di setiap waktu dan semaksimal mungkin ingatan kita. Selanjutnya, Mbah Nun  berpesan bahwa “hanya” bisa memberi wirid Hasbunallah, bukan jenis wirid yang berat-berat, karena menurut beliau ke depan kita akan banyak menghadapi kejutan-kejutan yang tidak pernah kita duga-duga sebelumnya. Maka dari itu wirid Hasbunallah diharapkan bisa menjadi cantholan dalam upaya kita memohon pertolongan Allah terhadap setiap permasalahan.

Seiring berjalannya waktu, beberapa kawan penggiat  mulai merasakan apa yang dimaksud Mbah Nun khususnya terkait dengan “kejutan-kejutan yang tidak terduga”. Gejala itu ditemui dalam hubungannya terhadap kehidupan pribadi. Ada penggiat yang mengalami bertubinya masalah dan pada momen puncaknya dia ingat pesan Mbah Nun lantas bergegas mewiridkannya.

Upaya menghadapi masalah yang dilakukan selain tentu saja dengan menyelesaikannya secara kasat mata dan prosedural adalah terus mewiridkan Hasbunallah. Dampak nyata yang dirasakan berbentuk sikap mental yang lebih mantap bahwa titik terang dan pertolongan Allah memang ada dan dekat. Pada saat yang sama, kian diyakini juga bahwa Mbah Nun terasa begitu akrab dalam menemani kehidupan kita. Lebih dari itu, menguat keyakinan bahwa beliau tahu betul masalah yang akan kita hadapi, sehingga beliau nyangoni wirid yang tepat untuk dijadikan hulu ledak dari peluru kesiapan mental, hati dan pikiran dalam menghadapi setiap permasalahan.

Pada keadaan yang terpuruk di dalam kepungan masalah yang memuncak, seperti ada tangan yang begitu perkasa yang mengangkat dan menyelamatkan. Tangan itu, niscaya adalah kuasa pertolongan Allah melalui perantara Mbah Nun. Bisa dianalogikan bahwa bersamaan dengan hujan deras permasalahan yang dihadapinya, Allah juga menurunkan hujan deras Hasbunallah atau pertolongan dari Allah.

Di momentum bulan kesebelas pada Majelis Ilmu Bangbang Wetan edisi November ini, mari kita mempersiapkan diri dan menghitung permasalahan yang kita alami dan mungkin akan kita hadapi. Secara bersamaan, kita cermati pula  berapa banyak curahan hujan deras Hasbunallah (pertolongan Allah)—yang perlu kita tahaddust bi nikmah-i bersama-sama.

Akan lebih afdol kiranya sambil kita terus perkuat perulangan lantunan kalimat thoyibah berikut ini:

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.

Oleh: Tim Tema Bangbang Wetan

Leave a Reply

Your email address will not be published.