Oleh: J. Rosyidi

 

Di banyak daerah, bahkan mungkin secara nasional, sekolah-sekolah diliburkan akibat wabah Corona. Pembelajaran dipindahkan ke rumah. Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk mengelola pembelajaran buah hati tercinta. Ada yang memanfaatkan pembelajaran secara daring, namun ada yang sepenuhnya menyerahkan kepada orang tua.

Disaat orang tua pun sebagian terkena dampak Corona, dengan bekerja dari rumah, tentu saja mengakibatkan interaksi dengan anak meningkat. Baik orang tua dan anak yang biasanya seharian memiliki aktivitas masing masing di luar rumah, kini “dipaksa” untuk beraktivitas bersama dalam rumah.

Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi ayah-bunda. Tantangan untuk tetap memberikan pendidikan terbaik bagi ananda. Masak pendidikan harus berhenti gegara wabah Corona saja. Bukankah pendidikan sejatinya sepanjang hayat!? Bukankah orang tualah yang paling bertanggung jawab terhadap pendidikan anak!?

Kejadian ini bisa menjadi apabila kita menyadari bahwa selama ini kita tidak benar-benar hadir dalam pendidikan anak. Kenapa demikian? Karena bisa jadi, selama ini kita tidak terlibat aktif dalam pendidikan anak karena merasa sudah melimpahkan tanggung jawab pendidikan ananda kepada sekolah. Maka saat seperti ini adalah salah satu peluang terbaik untuk ikut terlibat kembali. Peluang terbaik untuk membentuk ikatan yang lebih lekat lagi dengan anak.

Nah, apa saja sih yang bisa kita lakukan dalam mengisi kegiatan pembelajaran anak selama belajar di rumah?

  1. Membantu anak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Membantu di sini bukan berarti mengerjakan loh ya. Kan mereka yang sekolah bukan kita. Minimal membantu adalah dengan mendampingi anak ketika mereka mengerjakannya. Syukur-syukur bisa menjadi teman diskusi (belajar) anak. Kalau kemudian ayah-bunda memang benar-benar sibuk, ayah-bunda bisa memfasilitasi ananda untuk bisa belajar secara daring. Syukur-syukur bisa tetap dalam ruangan yang sama, ayah-bunda bekerja, ananda tetap belajar. Intinya beraktivitas dalam waktu dan tempat yang sama.

 

  1. Kalau anak belum mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, sebaiknya ayah-bunda bisa memberikan penjelasan yang dapat dimengerti anak. Sekaligus ini adalah peluang bagi ayah-bunda untuk mengajarkan pola hidup sehat, apabila selama ini luput menjadi perhatian.

 

  1. Apabila ananda tidak memiliki tugas-tugas dari sekolah, ayah-bunda bisa mengajak anak untuk melakukan riset-riset sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Tujuannya apa? Untuk menjaga keingintahuan ananda karena rasa ingin tahu adalah bahan bakar agar ananda tetap semangat belajar. Apa tema risetnya? Sesuaikan dengan minat ananda. Bagaimana kalau belum tahu minat ananda? Maka inilah saatnya untuk mencari tahu. Bagaimana caranya? Ayah-bunda bisa melakukan sendiri–kalau belum tahu, insyaallah akan kami tuliskan kapan-kapan ya. Tapi yang tercepat ya bisa konsultasi dengan psikolog.

 

  1. Ayah-bunda juga bisa mengajak ananda untuk membaca buku bersama. Tak harus buku yang sama, karena minatnya bisa jadi berbeda. Tapi follow up dari membaca itu yang kemudian menjadi penting. Masing-masing bisa menceritakan apa yang dibaca, sehingga terbangun komunikasi yang lebih intens.

 

  1. Kalau sudah capek belajar, membaca, bereksperimen, ayah-bunda bisa mengajak anak untuk menonton film atau melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama. Tentu saja yang bisa dilakukan di rumah. Contoh lainnya adalah memasak bersama. Coba, berapa banyak ayah-bunda yang sudah mengajarkan masak-memasak buat ananda. Bukankah keterampilan memasak adalah salah satu basic skill yang harus dimiliki anak!? Tak hanya anak perempuan loh yang haru memilki keterampilan memasak.

***

Merebaknya wabah Corona tentu saja menjadikan keprihatinan kita bersama. Tak lupa teriring doa, agar kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah, dan yang sakit segera disembuhkan. Semoga wabah ini cepat berlalu. Tapi dalam setiap musibah, tentu ada yang bisa kita petik sebagai hikmah pelajaran bukan?

 

Penulis adalah pegiat dan pemerhati pendidikan, jamaah Maiyah Bontang. Bisa disapa di facebook Jamaluddin Rosyidi