Prolog

Kegembiraan Para Pewaris – Prolog BangbangWetan Februari 2022

Oleh: Tim Tema BangbangWetan

“Hari ini bukan hari pembantaian, hari ini adalah hari kasih sayang. Kalian kami merdekakan, bukan lagi tawanan perang.” [Rasulullah saw. kepada 6000 tawanan perang Fathu Makkah]

Satu dasawarsa lalu, BangbangWetan Februari 2012 mengangkat tema “Yaumul Marhamah: Kekasih tak Bisa Menanti”. Tema tersebut terinspirasi dari peristiwa Fathu Makkah saat Rasulullah saw. membebaskan 6000 tawanan perang. Peristiwa yang oleh sebagian orang dijadikan tonggak sebagai Hari Kasih Sayang versi Islam tersebut dikombinasikan dengan sebuah lagu berjudul “Kekasih tak Bisa Menanti” ciptaan Harry Tjahjono (sahabat karib Mbah Nun), yang kemudian memerdekakan Mbah Nun untuk mengubah liriknya. Tim tema sengaja membahasnya pada Februari karena kita semua tahu bahwa dari tahun ke tahun ada saja debat kusir tentang pro- kontra Hari Valentine.

Sepuluh tahun telah berlalu. Nyatanya kondisi tak jauh berbeda. Debat kusir tentang Valentine masih saja ada terutama di rimba gelap nan gaib bernama media sosial. Sedangkan kekasih yang dinanti-nanti nyatanya bagi sebagian orang belum nampak batang hidungnya.

Sebenarnya kekasih yang dimaksud Mbah Nun dalam lagu tersebut  tidak sepicik pandangan kaum tunapasangan (baca: jomblo) tentang konsep pacar atau suami/istri. Namun, kita tak bisa menyalahkan juga jika para jomblo mentadabburi kata “kekasih” sesuai apa yang sedang mereka idam-idamkan.

[PS: Untuk lebih memahami apa dan bagaimana lagu tersebut, buka dan bacalah www.caknun.com/2020/perahu-maiyah/]

Dari Maiyahan pula penulis mulai mengenal sebuah wirid bernama Wirid Kesendirian yang dikutip dari Q. S. Al-Anbiya’: 89.

رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”

Wirid tersebut sebenarnya merupakan do’a Nabi Zakaria a.s. ketika memohon keturunan kepada Allah Swt. Namun, bersyukurlah kita karena berkat Sang Maha Pemurah wirid tersebut juga bisa multifungsi. Salah satunya memohon pasangan (suami/istri) karena bagaimana caranya mempunyai keturunan kalau pasangan saja belum ada. Bahkan Mbah Nun juga mewiridkannya untuk tujuan tertentu yang lain.

“Saya sangat sendirian dan merasa amat kesepian. Dan tatkala saya mewiridkan  “Rabbi la tadzarni fardan wa Anta Khoirul Waritsin”, wahai Maha Pengasuhku tolong jangan biarkan

aku sendiri, Engkaulah sebaik-baik pemberi warisan – saya tidak punya kesangggupan spiritual untuk mendengarkan apa jawaban atau respons Tuhan.” [www.caknun.com/2022/m-frustrasi-setengah-abad-kemudian/]

Pada akhirnya, berkat keistiqomahan dan kelembutannya dalam berdo’a, Al Warits mengabulkan do’a Nabi Zakaria a.s. dengan memberinya putra bernama Yahya a.s. yang kelak akan mewarisi perjuangan kenabian ayahnya.

Lalu, apa titik poin yang akan kita bahas pada BangbangWetan Februari 2022 ini!? Pertama, kita bisa saling bercerita tentang keteladanan Anbiya (para Nabi). Kedua dan seterusnya, tentu saja kita akan tadabburi bersama apa itu Al Warits sembari rengeng- rengeng mewiridkan Wirid Kesendirian agar Sang Khairul Waritsin semoga segera mengirimkan pada kita Sang Pewaris: yang bisa berupa pasangan, keturunan, rekan seperjuangan, generasi penerus yang saleh, atau apapun saja sak kersane Njenengan, Ya Allah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *