Kegembiraan yang mengkristal

(Berita puncak 13 tahun BangbangWetan)

 

Berkah yang kami ceritakan dalam tulisan-tulisan sebelumnya itu nyata adanya. Bukan hanya pemanis tulisan yang dibuat seakan-akan indah. Memang sejak sabtu siang kami mengalami keberkahan yang nyata sampai pada wujud panganan. Sejak kemarin berkah panganan seperti kopi, air minum, gorengan, rokok terus ada mengalir tanpa henti. Datangnya pun dari hal yang tidak terduga-duga sebelumnya. Sampai ada yang di antara kami bernama H. Rohman nyeletuk, “Jian jos temen Gusti Allah. Ngekeki berkah ndak onok entek e.” Karena memang energi jasmani tersuplai terus dengan melimpahnya panganan yang datang dan dihidangkan. Juga energi rohani terus terbarui sehingga meskipun tandang gae pendak jam tetap terasa bugar dan fresh. Apa mungkin yang kami lakukan adalah wujud persembahan kami kepada Allah, karena sudah menghadirkan BangbangWetan untuk kami, sehingga Allah welas dan berperan langsung kepada kami.

 

 

Sampai pada malam puncak BangbangWetan, Minggu 15 September 2019, terasa mengkristal rasa syukurnya karena dibersamai oleh Letto. Malam spesial ini Letto membersamai dengan sharing pengalaman dan kisah persentuhannya dengan Maiyah. Ditengah-tengah diskusi, penggiat BangbangWetan memutarkan video yang berisi pesan dari Mbah Nun kepada jamaah BangbangWetan. Pada cuplikan pesan, Mbah Nun menyampaikan bahwa apa yang kita lakukan adalah siratun nubuwah; jalan kenabian. Baik yang tersurat dan tersirat. Intinya kita harus belajar juga pada ayat-ayat yang tak tersurat. Di Maiyah kita harus terus belajar, wajibnya adalah apakah Anda berada di jalan tepat yang ditentukan Allah.

Selanjutnya penyerahan kue ulang tahun dari generasi muda BangbangWetan kepada sesepuh: Pak Dudung, Pak Suko, dan Mas Sabrang. Diselingi Pak Dudung yang menyampaikan pengalamannya dulu ketika 13 tahun lalu mendatangi rapat persiapan panitia untuk menyelenggarakan BangbangWetan. Dilanjutkan dengan penampilan Letto sebagai sambutan hangat dan mesra kepada BangbangWetan dengan beberapa nomor di antaranya: layang-layang, sandaran hati aransemen dangdut, dilanjutkan sandaran hati versi asli, gundul pacul versi metal, dll. Mas Sabrang juga menyampaikan pesan kepada BangbangWetan, “Semoga BangbangWetan menjadi sandaran hati kita semua. BangbangWetan itu siapa? Bukan pada acaranya, BangbangWetan adalah kita semua. Kita bisa menjadi sandaran hati diri kita masing-masing. Sandaran hati juga tergantung dari pemahaman.” Kegembiraan malam spesial bersama Letto ini diakhiri dengan lagu sekaligus doa “Sebelum Cahaya”, agar kita ke depannya tidak hanya mencahayai tetapi juga diterangi hidup kita yang selama ini mengalami kegelapan. Matur suwun dulur-dulur sedoyo atas keterlibatan peran, tenaga, dan waktunya demi kelancaran dan kesuksesan BangbangWetan selama ini.

Surabaya, 16 september 2019