Setelah mengawali tahun dengan bertempat di Taman Budaya Cak Durasim, Bangbang Wetan edisi Februari kini berpulang di halaman Balai Pemuda. Tepatnya di hari senin, tanggal 5 Februari 2018. Dengan suasana baru yang berbeda karena masih dalam tahap renovasi. Jalur masuk yang mesti naik, memutar, dan melalui satu pintu. Tentu memang tidak senyaman biasanya yang bisa didatangi dari segala arah. Bahkan pintu masuk yang hanya satu itu sempat mengalami penuh sesak dan macet. Ditambah langit Surabaya yang cerah, terus mengundang jemaah berdatangan meski malam semakin larut.

Neraca Zalzalah (Nunggang Jaran Larat) menjadi tema Bangbang Wetan edisi Februari. Mas Rio dan Mas Acan membantu memberi stimulus pada tiga jemaah yang telah diundang ke atas panggung untuk merespons tema tersebut. Pukul sebelas Cak Nun datang diiringi dengan pembacaan puisi oleh Teater Gapus yang membacakan teks puisi Ma La Ri. Setelah pembacaan puisi selesai, mas Amin selaku moderator memanggil jemaah yang ingin bertanya atau memberi tanggapan terkait diskusi sebelumnya.

Keseimbangan menjadi kata kunci dalam diskusi. Sehingga, pertanyaan-pertanyaan maupun tanggapan jemaah Maiyah juga tidak jauh-jauh dari perihal keseimbangan dalam hal apapun. Cak Nun merespons langsung pertanyaan dan tanggapan dari jemaah Maiyah. Keseimbangan bersifat dialektis, berlapis, dan komprehensif. Cak Nun menambahkan bahwa mereka yang datang di Maiyah semata ingin mencari bekal dan mencari keseimbangan dalam hidup masing-masing.

Kita harus berada di posisi neraca, artinya selalu dalam kondisi seimbang. Cak Nun menyampaikan bahwa untuk memahami keseimbangan harus tau apa yang menyebabkan sesuatu tidak seimbang atau penyebab zalzalah yang ada. Di samping itu, beliau menjelaskan bahwa yang perlu dilakukan oleh jemaah Maiyah adalah terus mengupayakan keseimbangan diri sendiri baik internal maupun eksternal. Sebab, ketidakseimbangan merupakan ancaman bagi setiap orang. Semakin pagi suasana masih ramai dan sesekali riuh oleh tawa jemaah Maiyah atas statement yang dilempar oleh Cak Nun.

 

Tim Reportase BangbangWetan