Berita, Kolom Jamaah

Menyelipkan Harapan dan Doa di Indahnya Persembahan

Oleh: Mashita Charisma Dewi Eliyas

Hingga H-8 penyelenggaraan pagelaran teater WaliRaja-RajaWali, hiruk pikuk persiapan–baik di Jogjakarta maupun Surabaya–sudah terlihat semakin kencang. Beberapa foto pada saat latihan di Kadipiro maupun rapat persiapan di Surabaya selalu tersebar di grup WhatsApp kepanitiaan. Semangat masih membara menyambut WaliRaja-RajaWali. Teater yang sekaligus menjadi doa dan harapan Mbah Nun, juga kami sebagai penggiat yang diamanahi untuk menyelenggarakan pagelaran tersebut. Akan ada dan lahir seorang atau bahkan sekelompok sosok wali yang menjadi raja, atau raja yang juga menjadi seorang wali. Generasi-generasi tersebut juga akan memperbaiki keburukan-keburukan serta menata hal-hal yang dianggap salah.

Teater Perdikan, KiaiKanjeng, dan Komunitas Lima Gunung akan mempersembahkan karya Mbah Nun yang setiap tulisan dan jalan ceritanya dianggap magis. Serta mempunyai harapan-harapan serta doa untuk anak cucunya. Pagelaran teater ini juga memperkenalkan kepada kami– generasi-generasi muda–bahwa melalui sebuah seni, kita bisa menyampaikan harapan serta doa untuk siapa pun.

Pageleran teater kali ini menjadi harapan bagi saya pribadi yang pada beberapa tahun terakhir menjadi satu-satunya wanita di BangbangWetan, setelah ditinggal teman sejawat yang kembali ke kota asalnya. Harapan itu membuncah setelah melihat muncul dan bergabungnya beberapa srikandi-srikandi baru, seperti: Febri Nur Gita, Naila Mubarokah, Ihanurhanifah, Anisa Hadiati, Maulin Nikma, Mega Aulia, Dewi Rahma, serta Hanifa Aurella.

Semoga jalan pagelaran teater WaliRaja-RajaWali ini menjadi jalan keistiqomahan mereka untuk ikut “ngubyek” dapur BangbangWetan. Harapan serta doa pribadi saya terkembang indah untuk mereka. Mari berproses bersama, mari bertumbuh bersama di rumah kedua ini. Kalian akan lelah tetapi tidak dengan menyerah. Mas Sabrang pernah memberi semangat kepada kami bulan lalu setelah acara BangbangWetan Agustus, “Lek wis mulai yo marikno, lek wis wani ojo wedi-wedi. Lek wedi ojo wani-wani”. Artinya jika sudah memulai sesuatu ya selesaikanlah, jika kamu sudah berani jangan pernah takut. Jika kamu takut jangan (berlagak) berani. []

Leave a Reply

Your email address will not be published.