Berita, Kolom Jamaah

Mereka… Gairahwan… Syukurwan… Nikmatwan… *

Oleh: Wahyoko Fajar

“Aku persembahan racauan ini kepada saudara-saudara baruku yang ikut nyengkuyung pagelaran WaliRaja-RajaWali, Surabaya.”

Semenjak Konser Hati Matahari (4 Maret 2011), BangbangWetan selalu kedatangan wajah, tenaga, pencetus ide, dan aktivis baru. Para–sebut saja–“pendatang baru” datang dengan jumlah yang entah berapa, namun sudah layak untuk disebut banyak. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, sekolah/kampus yang berbeda, motif yang juga berbeda, tetapi satu tujuan, yaitu: menyedekahkan waktu, pikiran, uang, dan tenaga demi suksesnya acara tersebut.

Saat itu, Mas Atril (salah seorang penggiat senior di BangbangWetan) memanggil kami dengan sebutan “Remus”. Entah apa alasannya. Yang pasti, tak ada yang mempermasalahkan dan semua menerima panggilan itu sebagai romantisme “ucapan selamat datang”. Salah satu anggota Remus tersebut adalah… aku.

Berlanjut setelahnya, ada “Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah” (14 November 2011), pagelaran “Nabi Darurat, Rasul Adhoc” (13-14 maret 2012), dan pagelaran teater “Sengkuni 2019” (7-8 maret 2019) yang kembali kedatangan para pendatang baru. Polanya nyaris sama: ada info tentang akan diadakannya suatu acara, mereka yang berminat akan mencari info lebih lanjut tentang persiapan acara itu melalui bermacam cara, lalu datang bersama teman/sendiri ke lokasi persiapan acara, dan akhirnya ikut berproses dan manjing ajur ajer demi nyengkuyung suksesnya acara tersebut.

Tentu pada akhirnya, tidak semua pendatang baru tersebut bertahan hingga sekarang. Banyak sekali faktor dan alasan yang mendasari. Tak ada masalah. Mereka tetaplah saudara Al-Mutahabbina Fillah yang kebetulan saja saat ini sedang ada kesibukan lain sehingga harus berpisah secara jarak dan waktu. Toh, pada akhirnya secara alamiah mereka yang pergi akan terganti dengan yang baru. Itu hanyalah masalah waktu dan momen. Pergi-datang, lama-baru, tua-muda, sudah menjadi suatu hal yang lumrah dalam hidup ini.

Seperti juga pada pagelaran WaliRaja-RajaWali (23 September 2022). Sekira 30 pendatang baru bergabung untuk menjadi bagian dari keluarga besar panitia pagelaran WaliRaja-RajaWali dan milad ke-16 BangbangWetan. Mereka lah saudara-saudara baruku. Menurutku, mereka juga adalah para gairahwan, syukurwan, dan nikmatwan.

Kalian adalah sosok yang bergairah dari perjalanan misteri peta Allah. Bergairah bukan berarti akan jauh dari perbedaan yang tajam. Bisa saja ke depannya akan ada miskomunikasi, perbedaan pendapat, hingga pisuh-pisuhan hingga muncul rasa dongkol di kalbu. Namun, pada akhirnya kalian akan sadar bahwa itu adalah bumbu penyedap dari masakan yang bernama kemesraan.

Kalian juga merupakan syukurwan. Bersyukur yang utama bukan pada saat menerima, namun justru pada saat bisa mengeluarkan/memberi. Kalian telah meluangkan waktu untuk menghadiri rapat, riwa-riwi mengurusi acara, dan tak jarang harus menggunakan uang pribadi demi lancarnya persiapan acara. Itu baru waktu, selain itu kalian juga banyak memberikan ide segar dan pastinya tenaga yang semoga di setiap tetesan keringat kalian, kelak akan terhitung sebagai amal jariyah.

Serta jangan lupa tuk menjadi nikmatwan. Nikmatilah proses ini. Jalani setiap alur skenario-Nya dengan keikhlasan. Tak usah terlalu memaksakan sesuatu yang bukan hak kita. Sak madya. Ingat! Kehidupan muncul di bumi justru karena bumi tidak terletak paling dekat dengan matahari.

Kalau kalian merasa sungkan, (dulu) aku juga iya.

Kalau kalian masih malu-malu, (dulu) aku juga iya.

Kalau kalian bingung harus melakukan apa, (dulu) aku juga iya.

Aku pernah ada di posisi kalian. Biar bagaimanapun, tak ada senior-junior, tak ada lama-baru, tak ada tua-muda. Kita satu tujuan dan mari kita rawat persaudaraan Al-Mutahabbina Fillah ini.

Bagi yang belum bisa tuk ikut bergabung, tak apa. Semoga kita bertemu di lain kesempatan. Bagi yang telah bergabung, yakinlah bahwa kalian adalah para gairahwan, syukurwan, dan nikmatwan.

Maaf dan terima kasih…

Surabaya, 15 September 2022


Wahyoko Fajar. Bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Biasa meracau di akun twitter dan IG: @wahyokofajar.

*) Judul dinukil dari chattingan Cak Zakki (Progress) dengan Pak Tanto Mendut yang kemudian dimuat di BMJ edisi Mei 2016 dengan judul serupa. Pak Tanto Mendut juga akan membersamai WaliRaja-RajaWali, Surabaya, dengan komunitas yang diampunya: Komunitas Lima Gunung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.