Mural Menjelang BangbangWetan Februari

Balai Pemuda. Mega bergelayut manja sejak pagi tadi seolah ingin melindungi mereka dari terik panas Sang Surya yang biasanya akrab menyapa bumi Surabaya.

Yang saya maksud dengan mereka adalah para pegiat BangbangWetan (BbW) yang sejak siang tadi sudah mulai memersiapkan segala ubo rampe guna penyelenggaraan Forum Maiyahan BangbangWetan edisi Februari 2018, malam nanti di Kompleks Balai Pemuda, Surabaya.

Senin –yang katanya merupakan sibuk-sibuknya hari– ditambah rumor tentang akan adanya demonstrasi dari rekan sopir taksi daring tak menyurutkan para pegiat tuk satu-persatu menata terop, sound sistem, panggung, spanduk latar, rangka layar, karpet, hingga segala detail terkecil lainnya. Itu semata demi kelancaran acara dan kenyamanan semua yang hadir.

BbW Februari sedianya mengangkat tema “Neraca Zalzalah (Nunggang Jaran Larat)” untuk merespons kegelisahan tentang suatu goncangan semesta yang kian terasa. Goncangan akan perbandingan golongan baik dengan golongan culas, khususnya di negeri kita ini. Seperti yang telah diungkap dalam prolog, Indonesia tak ubahnya seekor kuda gila (jaran larat) yang karena mekanisme tertentu di tubuhnya, lupa akan arah, hilang orientasi dan amnesia terkait tujuan.

Tak usah berkecil hati, kawan. Yakinlah, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah: 7-8)

Mari kosongkan gelas dan endapkan hati. Bagi yang memiliki kelonggaran waktu, monggo datang langsung ke lokasi acara ‘tuk ikut nyengkuyung persiapan acara. Bagi yang belum bisa, tak apa. Kita berjumpa dengan membawa semangat paseduluran nanti malam dalam Forum Majelis Maiyah BangbangWetan.

● Redaksi ISIMBangbangWetan