Menemukan Makna National Character Building

Surabaya19/7/17 .Bertempat di Jalan Imam Bonjol 71 , kemarin malam, arek arek Suroboyo, masyarakat umum beserta jamaah Maiyah mendatangi acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Yayasan Kalimasadha Nusantara pimpinan Bpk Sigid Haryo Wibisono . Menurut pantuan tak kurang dari 5000 orang memenuhi hampir seluruh ruas jalan Imam Bonjol . Kenyamanan dan antusiasme masyarakat mengikuti acara ini sampai selesai tak lepas dari dukungan meratanya sound system serta karpet yang diletakkan merata hampir di semua ruas . Tak lupa pula 2 screen besar yang sangat membantu bagi yang tidak kebagian tempat di dekat panggung .

Keseimbangan menjadi tema utama yang diangkat dalam Sinau Bareng kali ini . Masing masing perwakilan dari penyelenggara diantaranya Bapak Ripto yang merupakan seorang praktisi intelejen , Bpk Sigid HW sendiri yang merupakan perwakilan YKN saling memberikan apresiasi dan gambaran terhadap keadaan situasi negara. Tak ketinggalan , beliau cukup terkejut melihat banyaknya masyarakat terutama kaum muda ( generasi millenial ) yang hadir di malam ini . Meskipun rata rata tidak ada undangan resmi , masyarakat datang dengan tulus hati tanpa mengharapkan apa apa . Tidak seperti acara kampanye politik  .

Can Nun memberikan gambaran kepada Bpk Sigid dan para undangan yang ada di atas panggung bahwa para pemuda pemudi yang hadir inilah yang akan menjadi generasi fajar pada masa mendatang . Mereka sudah tahan dan diuji dengan mengikuti acara maiyahan sampai 7, 8 jam tanpa bergeming dari tempat duduk . Bahkan kadang kadang sampai dini hari . Selain di Jombang saat ini maiyahan sudah ada di berbagai kota di Indonesia . Jakarta, Surabaya, Jogja, Bandung, Malang dsb.Dalam setiap maiyahan  juga sudah membahas berbagai macam topik , baik masalah bangsa negara, sains, bahkan sampai jenis kelamin garuda pun mereka selidiki . Jadi mereka ini sudah tidak heran dengan keadaan situasi kebangsaan yang penuh dengan ketidak seimbangan ini .

Dalam satu sesi , Bpk Ripto yang telah hidup dalam 3 jaman pemerintahan menceritakan bahwa dulu beliau sempat kebingungan waktu pak Karno menyebutkan dan berkali kali mengatakan tentang National Character Building. ” Apa sebenarnya maksud dari hal ini ? “. Dan di malam ini, saya menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut “ ucap Pak Ripto. Saya menemukan pendidikan karakter khas Indonesia dalam acara ini . Bpk Hariman siregar menambahkan beliau jadi teringat dengan masa kecilnya setelah mendengarkan nomor lagu dolanan dari Kiai Kanjeng. Suatu hal yang sudah lama beliau tidak rasakan. ” Mulai malam ini saya adalah bagian dari jamaah Maiyah ” ucap beliau. Hal hal layaknya malam inilah yang sebenarnya harus dilaksanakan oleh semua pihak masyarakat dan penyelenggara pemerintahan .Inilah makna sejatinya National Character Building .

Tak lupa Gus Ipul turut mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Cak Nun dan jamaah maiyah . Beliau menyampaikan bahwa pemerintahan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Sebuah forum yang mandiri dan tidak meminta minta bantuan dalam pelaksanaannya , bahkan kepada pemerintahan sekalipun . Pada akhir acara Bpk Sigid HW turut mengenalkan tamu undangan yang ada di panggung ,diantaranya Bpk Hariman Siregar , Bpk Abdul ( Komisi 1 DPR ) , serta Bupati Jombang dan Mojokerto yang nampak mengikuti acara ini sampai selesai . ( bl/ed )