NGGAYUH WELASAN – Prolog BangbangWetan September 2017

PROLOG 11 Tahun BangbangWetan September 2017

Ada dua kata dasar dari judul di atas. Gayuh yang berarti sebagai “upaya meraih / mencapai tujuan tertentu”. Dan welas yang berarti kasih sayang, empati.

Dari segi nuansa bahasa, gayuh memiliki perbedaan “rasa makna” dengan kata meraih. Dalam pengucapannya, kata ini lebih sering disandingkan dengan kata sandang bahasa Jawa menjadi nggayuh atau hanggegayuh. Dengan atau tanpa predikat di belakangnya, kata ini memiliki kedalaman makna sebagai upaya berkelanjutan yang menyertakan segenap tenaga lahir juga batin.

Welasan meski lahir dari kata dasar welas (kasih, iba) memiliki dua makna. Pertama, manifestasi dari belas kasih. Kedua, sering ditemukan pada dunia perniagaan. Setiap kita membeli satu komoditas berjumlah 10 (sejinah – Jawa), disebabkan pertimbangan non matematis, sang penjual memberi tambahan cuma-cuma. Sehingga pembeli menerima 11 dari 10 yang dibayarnya.

Dari dua kata di atas, nggayuh welasan kita merujuk pada upaya yang bisa kita lakukan dalam melanjutkan hidup, perjuangan dan dinamika romantis dari keduanya. Kemampuan yang kita punya hanyalah “membeli” secukupnya dan berharap turunnya bonus / welasan dari Sang Maha Pengasih.

Dalam hubungannya dengan agenda mensyukuri perjalanan 11 tahun BangbangWetan, semua apa yang telah dibukakan oleh para peletak bebatuan dasar dan dilanjutkan dengan khidmat oleh jamaah dan pegiat, sejatinya adalah welasan, buah kasih dari Maha Pemurah dan Penyayang.

Segenap program kerja, endapan, bangunan struktur organismenya, mereka yang datang dan pergi, pihak-pihak yang mendapat curahan ilmu, inspirasi juga bahan kulakan, sekian individu yang menemukan tempat berteduh dari teriknya matahari persoalan, kabilah-kabilah yang mendapatkan sensasi atas oase pemikiran; siapa saja, apa saja dari manapun asal dan latar belakangnya, juga keberlangsungan penyelenggaraannya: adalah butiran-butiran rabat, percikan welasan yang kita terima dengan penuh kesyukuran.

Secara numerik, welasan berarti memperoleh sebelas untuk apa yang kita bayar sebanyak sepuluh. Namun kita bermaksud melakukan elaborasi lebih sublim. Bahwa hanya jika dan hanya jika Gusti Allah berkenan sajalah bonus atau bentukan cuma-cuma itu bisa kita dapatkan. Menjadi tugas kita bersama untuk secara terus menerus mengupayakan belas kasihNya, bersama-sama meneruskan laku nggayuh welasan.

Di cacah warsa kesebelas ini, menjadi satu kewajiban bagi BangbangWetan menghaturkan syukur atas welasan yang terbukti terus tercurahkan. Juga terima kasih dan takzim disampaikan kepada Mbah Nun serta beberapa nama yang meletakkan landasan bagi jalan panjang pergerakan dan majelis yang kita upayakan berumur lebih panjang dari harapan yang bisa kita rentangkan.

DI Kamis, 7 September 2017 mari lantunkan suluk permintaan agar Dia dengan 99 namaNya berkenan menghujani kita dengan welasan nan tak kenal hitungan.

 

Oleh : ISIMBangbangWetan/nggodoktema