Prolog

Omah Peneleh – Prolog Majelis Ilmu Bangbang Wetan edisi Agustus 2022

Oleh: Tim Tema BangbangWetan

Majelis ilmu BangbangWetan edisi Agustus akan menggali lebih luas tentang kemerdekaan Indonesia, sehingga kita semakin mendalami maknanya, bukan sekadar peristiwa tahunan yang setahun sekali diperingati pada Agustus.

Agustus jika kita rasakan dari lingkungan terdekat di RT, RW, Desa, sampai pusat pemerintah, yang bergetar adalah getaran kemerdekaan dan pendidikan.

Getaran rasa kemerdekaan yang diwariskan oleh para pahlawan bangsa dan masih kita rasakan adalah semangat untuk bangkit dan gotong-royong. Semangat kebangkitan lahir kembali jika kita mengingat betapa jerih payahnya para tokoh bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia yang akhirnya bisa kita rasakan saat ini. Meskipun tetap harus dikaji terus menerus tentang apa kemerdekaan itu dan apakah kita sudah merdeka secara utuh.

Rasa kebangkitan itu disalurkan oleh masyarakat kita dengan gotong-royong menghias jalan, gang, dan kampung dengan pernik-pernik kemeriahan kemerdekaan yang serba merah putih.

Selain itu, selalu ada model pendidikan masyarakat Indonesia kepada anak generasinya supaya tidak lupa terhadap momen kejadian kemerdekaan, termasuk perjuangan, semangat kebangkitan, gotong-royong itu, dengan mengadakan lomba-lomba. Dari lomba makan kerupuk, balap karung, sampai lomba menyanyi, dan kreasi. Ada yang dipuncaki dengan karnaval dan malam tirakatan. Malam tirakatan adalah momen berkumpul warga kampung untuk mendoakan tokoh bangsa yang sudah meninggal dan berdoa memohon naungan kebaikan-kebaikan hidup ke depan dari setiap keluarga sampai negara Indonesia.

Pada momen kemerdekaan ini, di Surabaya ada salah satu tempat yang menjadi saksi sejarah serta cikal bakal lahirnya ideologi gerakan tokoh reformasi kita: Bung Karno. Bung Karno atau yang bernama kecil Kusno ini dulu menimba ilmu dan pengalaman di Rumah Peneleh, dialek Surabaya menyebutnya Omah Peneleh. Omah Peneleh terletak di Jl. Peneleh Gg VII No.20, Genteng, Surabaya ini, menjadi rumah pendidikan tokoh bangsa termasuk Kusno atau Bung Karno dalam menggali potensi dan mengenali fadilah dirinya.

Pemilik Omah Peneleh ini adalah HOS Tjokroaminoto. HOS Tjokroaminoto merupakan tokoh nasionalis Islam kelahiran Ponorogo, pendiri sekaligus ketua pertama organisasi Sarekat Islam, serta merupakan Guru Bangsa yang “melahirkan” tokoh SoekarnoSemaoenSekarmadji Maridjan KartosoewirjoAliminMusso, dan Tan Malaka

HOS Tjokroaminoto yang mencetak dan melahirkan tokoh-tokoh penting bangsa Indonesia tersebut, juga secara tidak langsung ikut mencetak sejarah panjang lahirnya negara Indonesia. Beliau, sejak muda sampai dewasa menjadi tokoh revolusioner yang memihak rakyat kecil dan murka ketika rakyat kecil diperlakukan semena-mena oleh pemerintah kolonial Belanda.

Salah satu cita-cita dan cara HOS Tjokroaminoto dalam melawan dan menentang kolonialisme–selain bergerak mendirikan Syarekat Islam–juga mendidik generasi muda Indonesia supaya memiliki kepribadian yang berdaulat serta berpikir kritis dan menjadi manusia yang utuh di Omah Peneleh tersebut.  

Maka dari itu HOS Tjokroaminoto menjadikan Omah Peneleh sebagai tempat pendidikan bagi generasi muda bangsa supaya berkepribadian matang sebagai manusia dan berjiwa nasionalis. Salah satunya aturan wajib bagi penghuni Omah Peneleh adalah saling bertanya, maka dari itu yang berlangsung adalah berbagi pertanyaan. Karena bertanya adalah jembatan bertemunya ilmu baru.

Omah Peneleh yang bermakna “Omah” atau ruang bagi siapa saja yang mau mendidik dirinya menjadi manusia matang dan berjiwa Islam, supaya kelak termasuk orang-orang “Peneleh” atau pilihan.

Kesadaran yang berlangsung pada Omah Peneleh ini yang harus tetap kita tegakkan. Kesadaran berani menyampaikan pendapat, bertanya, serta mendiskusikan setiap hal yang perlu kita kaji lebih matang dan tujuan yang akan kita lakukan.

Pertanyaannya kemudian, dengan modal semangat kebangkitan yang kita rasakan saat ini, mau kita olah seperti apa supaya tidak hilang begitu saja pada kemeriahan yang tanpa makna dan ilmu!? Atau apakah kita sudah menjadi penerus pendidikan atau pelaku pendidikan yang sama seperti diajarkan HOS Tjokroaminoto!?

Maka dari itu, seperti halnya dengan budaya yang ada di Omah Peneleh, yang mengharuskan penghuninya sering bertanya sehingga tercipta dialog menuju pemahaman dan pengertian, yang membuka pengalaman dan ilmu baru itu, teman-teman Jamaah BangbangWetan juga harus mempersiapkan pertanyaannya dari rumah, untuk nantinya pada kesempatan Sinau Bareng di Majelis Ilmu BangbangWetan pada Senin, 22 Agustus 2022, bisa disampaikan dan dikembarai bersama Mas Sabrang Mowo Damar Panuluh. Entah itu pertanyaan tentang kemerdekaan, kedaulatan, pendidikan, ideologi, omah peneleh, atau tentang HOS Tjokroaminoto sendiri, yang menjadi tokoh yang berperan penting di balik lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia. Akan sebisa mungkin kami tampung setiap pertanyaan supaya menjadi pemantik menuju pengembaraan ilmu yang bisa kita bawa pulang bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.