Peci Maiyah Kita

Peci Maiyah telah menjadi simbol kebersamaan. Sebagian besar sedulur Maiyah mengenakannya untuk menyertai mereka dalam perjalanan menuju dan pulang Maiyahan. Di luaran acara-acara Maiyahan, peci dengan lipatan unik ini juga digunakan dengan berbagai alasan, salah satunya menjadi semacam jimat penjaga kebersihan jiwa. Setidaknya sebagai penanda untuk bisa dipertemukan dengan sedulur …

Satunya Hati di Kerja Bakti

Ketika “kerja bakti” dianggap inefesiensi oleh pola pikir manajemen dan masyarakat modern, kami – kita bersikeras dalam keyakinan untuk terus melakoninya. Bekerja sebagai bentuk bakti secara bersama di sepanjang getaran yang mengalir sama. Meneriakkan gugur gunung dan holopis kuntul baris, di satunya tekad dan tenaga tanpa peduli panen dan angka-angka. …

Kehangatan Rapat Menuju Agenda Tahunan 12th BangbangWetan

  Jum’at malam bagi banyak orang diterjemahkan sebagai akhir pekan. Sekian hitungan jam yang bermakna quality time bagi diri sendiri dan keluarga. Namun hangatnya sebuah rumah tinggal di kawasan Petemon yang oleh empunya diikhlaskan menjadi dermaga banyak pertemuan seperti menyangkal nalar dan penanggalan pada umumnya. Pada Jum’at 14 September kemarin, …

Belajar Kembali kepada Kesucian Diri

  Rukun Islam merupakan tahap-tahap transformasi diri untuk mencapai Puncak kepasrahan sebagai hamba. Menjelang tengah malam, memasuki inti pembahasan dari tema malam ini, Syekh Nurshamad Kamba, Kyai Muzammil, dan Mas Sabrang hadir di tengah-tengah jamaah. Mas Sabrang mengawali pembahasan dengan memaparkan kondisi politik yang sedang terjadi saat ini terkait dengan …

Ruwat, Pulang Kepada Diri Sendiri

Kembali ke rumah dan kedatangan tamu, itulah yang menggambarkan BangbangWetan edisi Agustus 2018. Dilaksanakan sehari setelah Padhang mBulan, tepatnya hari Senin, bertempat di halaman Balai Pemuda Surabaya. Sebelum memulai diskusi, dua moderator muda mempersilakan tamu asal Gambang Syafaat, Wakijo lan Sedulur, memberikan penampilan terbaiknya yang turut meramaikan BangbangWetan malam ini. …

Memanajemen Rasa Was-Was

Pendopo Cak Durasim. Simpan sejenak tentang renyai dan gelora para pemuda di awal forum. Bukan menafikannya, namun tuk lebih mengendap masuk dalam tataran tema BangbangWetan April 2018, ‘Insecuricious; was-was ra wis-wis’. Meneruskan dan memfermentasi apa yang telah dibahas di pembahasan awal tentang tema, Mbah Nun yang tiba ketika grup banjari …

Mereka Hanya Yang Tampak Di Permukaan

Pendopo Cak Durasim. Betapa sungguh menggemberikannya melihat sesuatu yang baru. Juga di Bangbang Wetan April ini. Sepasang pemandu acara yang terbilang muda dalam usia dan kemunculan menjadi pembuka rangkaian agenda setelah penghaturan wirid dan sholawat yang selalu menjadi pagar sekaligus gerbang forum bulanan kita. Bagaimanapun juga, regenerasi perlu dikumandangkan agar …