Abu Lahap – Prolog BangbangWetan Desember 2018

Ini cerita bukan tentang seseorang yang pernah hidup di satu jazirah pada satu jaman. Secara bunyi, memang ada kemiripan. Tapi cobalah lebih lindap ketika kata kedua diucapkan: lahap . Ada unsur fonetik yang menjadikannya berbeda. Ini tentang seseorang atau personifikasi orang per orang yang memenuhi nafsu makannya menjadi keistimewaan. Mereka …

Tanjakan Kearifan – Prolog BangbangWetan Oktober 2018

Konsep pendidikan Maiyah, menawarkan peningkatan berjenjang yang memungkinkan serapan ilmu pengetahuan tidak stagnan sekadar khasanah diri.   Bumi, terlepas dari teori bulat atau datarnya, sungguh satu planet yang berisikan atau setidaknya didominasi oleh penguasaan para binatang. An animal planet yang semakin menunjukkan kebenaran namanya itu secara harfiah kata perkata. Tanpa …

12 tahun Bangbang Wetan

12 tahun Bangbang Wetan هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ – — 12 tahun untuk konsistensi sebuah perhelatan berbasis komunitas maupun komunitas itu sendiri, kohesi dan interaksi di dalamnya, kebersambungan dan ketersambungan dari tahun ke tahun sebenarnya adalah hal yang biasa saja ditemui dalam guyub masyarakat Nusantara. Menjadi menarik ketika percepatan dan Revolusi Industri …

Berlusin Keberuntungan – Prolog BangbangWetan September 2018

Berlusin Keberuntungan (12 tahun BangbangWetan) “Merebaknya Jamaah Maiyah di berbagai tempat, ini seperti Emha sedang menyiapkan bola lampu–bola lampu yang terhubung oleh kabel. Tinggal menunggu saatnya aliran listrik dinyalakan, dan akan menyala seluruh bola lampu tersebut.” [WS. Rendra]   Dua belas (12) tahun untuk konsistensi sebuah perhelatan berbasis komunitas maupun …

“Ruwat!” – Prolog BangbangWetan Agustus 2018

Di budaya dan peradaban Nusantara, khususnya Jawa, dikenal sebuah tradisi yang disebut Ruwatan, yang bermakna dasar penyucian kembali. Pada tataran substantifnya adalah proses terbangunnya kesadaran diri (self awakening), takhalli. Diteruskan dengan “penebusan” kesalahan yang ditonggaki dengan taubat, tahalli. Dipungkasi dengan perbaikan diri setelahnya, tajalli. Salah satu bentuk ruwatan itu adalah …

” Urip Sesemutan ” – Prolog BangbangWetan Juli 2018

  Acara maiyahan adalah serupa gula yang mengundang kedatangan semut-semut pendamba kesejatian. Semut-semut yang sebenarnya dalam thariqah sunyi mengenali kesejatian dirinya. Dalam 3-4 tahun terakhir, acara maiyahan yang sejatinya adalah pengabdian Cak Nun dan Kiai Kanjeng kepada nilai-nilai kemanusiaan sebagai “syahadah” atas tujuan penciptaan, semakin banyak dihadiri oleh masyarakat. Menariknya, …

PIALA[ng] DUNIA

  PROLOG BANGBANGWETAN JUNI 2018   Dunia yang mestinya menjadi sekolah bagi penajaman nilai-nilai kemanusiaan, kian berkembang dan menemukan format barunya sebagai ajang kompetisi serta lahan subur eksploitasi kepentingan-kepentingan. Vested interest yang kapasitasnya dipenuhi oleh pihak-pihak tertentu di segala tingkatan: lokal, domestik, regional, hingga global. Kepentingan itu jugalah yang semakin …