Berlusin Keberuntungan – Prolog BangbangWetan September 2018

Berlusin Keberuntungan (12 tahun BangbangWetan) “Merebaknya Jamaah Maiyah di berbagai tempat, ini seperti Emha sedang menyiapkan bola lampu–bola lampu yang terhubung oleh kabel. Tinggal menunggu saatnya aliran listrik dinyalakan, dan akan menyala seluruh bola lampu tersebut.” [WS. Rendra]   Dua belas (12) tahun untuk konsistensi sebuah perhelatan berbasis komunitas maupun …

“Ruwat!” – Prolog BangbangWetan Agustus 2018

Di budaya dan peradaban Nusantara, khususnya Jawa, dikenal sebuah tradisi yang disebut Ruwatan, yang bermakna dasar penyucian kembali. Pada tataran substantifnya adalah proses terbangunnya kesadaran diri (self awakening), takhalli. Diteruskan dengan “penebusan” kesalahan yang ditonggaki dengan taubat, tahalli. Dipungkasi dengan perbaikan diri setelahnya, tajalli. Salah satu bentuk ruwatan itu adalah …

” Urip Sesemutan ” – Prolog BangbangWetan Juli 2018

  Acara maiyahan adalah serupa gula yang mengundang kedatangan semut-semut pendamba kesejatian. Semut-semut yang sebenarnya dalam thariqah sunyi mengenali kesejatian dirinya. Dalam 3-4 tahun terakhir, acara maiyahan yang sejatinya adalah pengabdian Cak Nun dan Kiai Kanjeng kepada nilai-nilai kemanusiaan sebagai “syahadah” atas tujuan penciptaan, semakin banyak dihadiri oleh masyarakat. Menariknya, …

PIALA[ng] DUNIA

  PROLOG BANGBANGWETAN JUNI 2018   Dunia yang mestinya menjadi sekolah bagi penajaman nilai-nilai kemanusiaan, kian berkembang dan menemukan format barunya sebagai ajang kompetisi serta lahan subur eksploitasi kepentingan-kepentingan. Vested interest yang kapasitasnya dipenuhi oleh pihak-pihak tertentu di segala tingkatan: lokal, domestik, regional, hingga global. Kepentingan itu jugalah yang semakin …

Insecuricious ( Was-was ra Wis-wis ) – Prolog BangbangWetan April 2018

  Apa yang sejatinya dicari manusia? Mereka membolak-balikkan pemahaman, dogma, dan ajaran. Melalui terobosan-terobosan yang logis hingga musykil atas tatanan dan keseimbangan. Secara mendasar atau hanya permukaan segala metode, intensitas, gaya, dan langgam kehidupan. Kiranya sederhana saja: rasa aman. O Rasa aman yang pada pengejawantahnnya merupa pada bentuk-bentuk kepastian. Keniscayaan …

EtnoTalenta – ( Prolog BangbangWetan Maret 2018 )

“Ana dina ana upa, ada hari ada nasi, nglaras ngudarasa, konsumtif takhayul pasrah bongkokan, dan rencana pembangunan hendak memacu industrialisasi? Pencetus Renaisans geleng-geleng kepala: kemampuan manusia memang diganti mesin-mesin otomat, tetapi manusia pecumbu perkutut dan kuburan keramat jangan dikasting jadi pencipta komputer. Satu dua warga bangsa mana pun memang bisa …

NERACA ZALZALAH ( Nunggang Jaran Larat )

PROLOG BANGBANGWETAN FEBRUARI 2018 Betapa sulitnya menjadi manusia. Sejak awal penciptaannya, kontroversi dan pandangan skeptis melekat di kediriannya. Rancang bangun anatomi dan fisiologisnya memang paling unggul dibanding ciptaan lain yang telah ada. Software yang ditanamkan pun one step ahead mendekati prima. Di saat yang sama, sebagai satu niscaya, ia memiliki …