Rumah Ros

Oleh : Prayogi R Saputra Setelah tujuh tahun menikah, Gito dan Ros mulai membangun rumah. Pasangan guru muda itu nampak bersemangat. Gito mengajar agama di sebuah SD yang jaraknya agak jauh, harus  menyeberangi sungai tanpa jembatan. Sementara, Ros mengajar kelas rendah di SD desa sebelah. Mereka bertemu karena sama-sama menjadi …

Bogank ( bag 2 )

  Oleh : Prayogi R. Saputra  Sontak, seisi rumah terperanjat. Jeritan bahagia bercampur haru berhamburan di udara, memenuhi ruang belakang rumah Pak Bogank yang sempit dan pengap. Seketika, para tetangga yang sudah pulang kembali berkumpul dirumah Pak Bogank. Mereka ingin mengetahui kabar tentang pulangnya Pak Bogank. Orang-orang berusaha merangsek masuk. Parti, …

Bogank

Oleh : Prayogi R Saputra  Malam belum benar-benar  larut. Mungkin, jam dinding di luar kamar baru menunjuk pukul sepuluh malam. Tapi suara-suara bluk theng  biadab itu membatalkan acara tidur Saridin. Matanya yang sudah liyep-liyep pun kembali blolok-blolok. Mendadak, kantuk Saridin lenyap, kabur entah kemana. Suara bluk theng  yang riuh memecah …

Sopiati (2)

Oleh : Prayogi R Saputra Sop adalah anak kedua Jamro dan Marmi. Sebenarnya, Jamro dan Marmi masih bersaudara, meskipun kerabat agak jauh. Mereka sama-sama cucu dari Mbah Ranem. Mbah Ranem lah yang menjodohkan mereka. Jamro, menurut orang-orang desa, termasuk laki-laki yang tampan. Matanya bulat lebar, hidungnya mancung dan kulitnya lumayan …

Sopiyati (1)

Oleh : Prayogi R Saputra Dua orang lelaki masuk ke rumah Mbah Ranem. Satu laki-laki setengah baya, mengenakan batik lengan panjang warna coklat menyala. Umurnya kira-kira menginjak kepala lima. Tubuhnya kekar, kulitnya terkesan liat dan hitam dibakar matahari. Sementara, laki-laki yang lain berusia 30an tahun. Tubuhnya agak pendek, berkulit hitam, …

Keluarga Sabar

* Seri Orang-orang Tjigrok   Oleh : Prayogi R Saputra Dini hari tadi, Sodon akhirnya meninggal. Setelah beberapa kali dibawa ke Puskesmas dan dua kali masuk UGD Rumah Sakit Umum, Sodon harus menyerah. Mengaku kalah pada penyakit yang menggerogoti masa mudanya. Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir di atas tikar mendhong …