Melipat Jarak, Menumpas Rindu

Oleh: Fitriatunnisa “Sangune lho piro?” Pertanyaan itu kerap datang ketika mengetahui saya sengaja datang dari Kalimantan “hanya” untuk Maiyahan di Jawa. Menurutku bukan hal aneh sebenarnya, karena yang memutuskan untuk melakukan hal itu bukan hanya saya. Kalau dibandingkan dengan yang lain, saya termasuk yang hanya sesekali datang kalau rindu sudah …

Resiprok Cinta Guru – Siswa : Jalanan, Pohon, dan Burung-Burung Di Provinsi Duapuluh Dua

Oleh : Rio NS Pengalaman ngangsu ilmu yang pernah mewarnai hidup semua dari kita mengantarkan pada satu kenyataan bahwa sejatinya  tidak pernah atau sangat jarang kita lakukan upaya memilih guru. Coba buatlah satu daftar panjang nama-nama guru dari level sangat dasar sampai ke pawiyatan luhur. Dominasi mereka yang ditetapkan, dipilihkan, …

Kesultanan Melayu yang Terusir

Oleh : Prayogi R Saputra   “Pernahkah Engkau mendengar tentang Masjid Sultan dan Kampung Glam?” tanya Saridin kepada anak-anak muda yang sedang suntuk membaca-baca situs bangbangwetan.org. ”Hhaa! Nggak? Kemana saja hidupmu selama ini. Barangkali, mainmu kurang jauh,”ledek Saridin. ”OK, begini saja, biar aku jelaskan. Biar kalian nggak tempurung-tempurung amat,” ledekannya …

Pasar Rakyat

Oleh: Fajar Wahyoko Jumat siang tadi untuk kali pertama saya salat Jumat di Masjid Agung Sidoarjo. Semesta menggiringku tuk lalu menjelang azan berkumandang, hingga terambil keputusan untuk salat di masjid itu sembari rehat siang sejenak. Bukan salatnya yang akan saya bahas dalam tulisan ini, karena salat Jumat di masjid manapun …

Sinau di Negeri Maiyah

Oleh: Ahmad Kafil Mawaidz Pada Maret kemarin, saya diperjalankan menghadiri beberapa simpul “senior” dalam lingkaran Maiyah. Dikatakan senior karena simpul itu keberadaanya sudah mencapai dua digit angka tahun. Keempat simpul yang saya maksud adalah Padhang mBulan, Kenduri Cinta, BangbangWetan, dan Mocopat Syafa’at. Keberadaan simpul tersebut sudah tidak asing lagi bagi …