BANGBANGWETAN.ORG

MAJELIS MASYARAKAT MAIYAH

Orang-orang Tjigrok

Bunder

Oleh : Prayogi R Saputra   Rambut perempuan tua itu sudah sepenuhnya putih sejak Ji Khan mulai bisa mengingat. Tubuhnya kurus. Pipinya tirus. Kulitnya keriput. Sehari-hari dia tak banyak bicara. Ji Khan juga tak pernah menjumpai perempuan tua itu tersenyum, […]

Kiai Takeran

Oleh : Prayogi R Saputra   Malam itu,  ah bukan! Tepatnya, dini hari itu, kami akan melakukan sholat malam serta berzikir. Lama. Biasanya hingga menjelang sholat subuh. Ada waktu sekitar dua jam untuk  istirahat sebelum sholat malam dimulai. Hanya istirahat, […]

Mentrik

 Oleh : Prayogi R Saputra Mentrik seorang guru sekolah dasar. Dia belum satu tahun diangkat jadi pegawai negeri. Setiap pagi, dia mengenakan seragam guru dan berangkat mengajar di sekolah yang jauh dari tempat tinggalnya. Perjalanan hampir 15 kilometer itu dilalui […]

Tonadi

 Oleh : Prayogi R Saputra             Petang itu, tak seperti petang-petang  biasanya, Tonadi tinggal di rumah. Dia menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di beranda belakang menghadap api dari kayu bakar yang menyala sedang, menghisap rokok linting, dan menikmati bara aritnya. Setiap […]

Puteh

Oleh : Prayogi R Saputra Sukardji duduk tenang di beranda rumah. Dia menghisap sebatang rokok kretek tjap DJiTu. Suara cengkeh yang terbakar gemeretak memecah kesunyian pagi hari. Subuh baru saja lewat. Suasana masih samar-samar. Sebagian lampu-lampu di depan rumah tetangga […]

Kemuning

Oleh : Prayogi R Saputra Gadis kecil itu berdiri di pekarangan. Beberapa kali dia nampak mondar-mandir mengambil air dan menuangkannya ke panci kecil. Lalu, dia mengaduk-aduk panci itu beberapa waktu. Panci itu diletakkan di atas dua buah bata merah yang […]

Merah Jambu

Oleh : Prayogi R Saputra Sore  merambat perlahan. Namun, suasana hari ini tak kunjung beranjak dari wajah muram.  Gerimis sejak pagi hari mempercepat kelam. Orang-orang lalu lalang di sepanjang jalan kecil di samping Universitas Pavia. Mereka mengenakan mantel tebal, menegakkan […]