Peci Maiyah telah menjadi simbol kebersamaan. Sebagian besar sedulur Maiyah mengenakannya untuk menyertai mereka dalam perjalanan menuju dan pulang Maiyahan. Di luaran acara-acara Maiyahan, peci dengan lipatan unik ini juga digunakan dengan berbagai alasan, salah satunya menjadi semacam jimat penjaga kebersihan jiwa. Setidaknya sebagai penanda untuk bisa dipertemukan dengan sedulur Maiyah lain.

 

Menyambut penyelenggaraan 12 tahun BangbangWetan, Irul salah satu penggiat BangbangWetan mengusulkan untuk membuat Peci Maiyah “Jumbo”. Dengan diameter 210 cm dan tinggi 95 cm, peci tersebut benar-benar jumbo dari yang biasa kita pakai dan temukan. Peci Jumbo itu sedianya akan dipasang di pintu masuk acara Forum BangbangWetan. Usulan Irul disambut baik oleh penggiat lain. Dua hari setelah rapat, peci tersebut mulai dibuat. Kerangka utama disusun dari lempengan besi. Bagian tutup atas, agar terlihat cembung, dirangkai dengan menggunakan bilah-bilah bambu.

Dengan memanfaatkan styrofoam dan kain satin sebagai bahan dasar penutup struktur peci,  dalam dua hari peci berhasil dirangkai. Ketika hampir mencapai 80% penyelesaian, waktu telah menunjukkan pukul 01.12 dini hari. Tara mengoreksi bahwa peci belum memiliki lipatan samping. Masalahnya, hampir semua penggiat yang ikut berpartisipasi dalam “kerja bakti” malam itu berada di kondisi yang sama: kehabisan energi. Atas pertimbangan efisiensi waktu dan energi, secara aklamasi usulan ini ditolak. Irul, lalu mencoba mengadakan voting. Hasilnya konsisten di keputusan tidak.  Tara kembali menyampaikan penguatan pendapatnya dan bertanya kepada Irul, “Nek pancen wes sreg, ora popo. Tapi nek menurutmu kurang yo monggo.” Semua kemudian sepakat menyerahkan keputusan kepada Irul. Atas pertimbangan demi mempersembahkan yang terbaik, Irul menawarkan kembali kepada semua untuk menampung usulan Tara. Malam yang nyaris sampai di ujungnya menjadi saksi betapa energi yang tinggal sisa-sisa terbakar kembali. Peci yang sedianya tinggal 20% menuju sentuhan akhir itu menjalani rekonstruksi.

 

Bahwa pasti tetap tidak bisa sempurna, betul adanya. Namun kerja keras yang simultan oleh kami – kita terbukti solid menjadi aktualita. Satu alasan lagi bagaimana kami bisa menjadi kita.

 

Sedulur yang ingin berpartisipasi sangat kami tunggu.

 

Matur nuwun

 

Monggo salurkan aspirasinya melalui narahubung berikut:

  1. Fajar: 0857 4949 8689
  2. Yasin: 0822 2888 6980
  3. Tama: 0856 4835 8333
  4. Dicky: 0813 3659 0350