Redaksi

PENYAKIT ‘ 3C ‘

img_2944

BERITA ( BangbangWetan Desember 2016 ” MENANTI AJAL )

Gampang terpengaruh media massa, mudah terprovokasi, dan kurang memahami bahwa Al Quran juga memiliki makna tersirat, selain yang tersurat adalah beberapa kesimpulan mengenai kelemahan umat Islam jaman sekarang. Poin-poin itulah yang berhasil dihimpun oleh Jannatul Maiyah dalam forum BangbangWetan Desember, di Balai Pemuda Surabaya (15/12). Hasil diskusi tersebut direspon dengan sebuah paparan menarik oleh Cak Nun.

“Jadi, kita itu penyakitnya adalah 3C.” kata Cak Nun, yang sebelumnya mengatakan bahwa kelemahan umat Islam trrkait erat dengan kesalahan konstruksi berpikir.

Istilah 3C merupakan gambaran cara berpikir umat Islam yang Cendhek-Ciut-Cethek.

Cendhek berarti pemikirannya pendek, tidak bisa berpikir secara berangkai, tidak memikirkan kelanjutan dari suatu tindakan/peristiwa hingga beberapa generasi ke depan.

Ciut berarti pemikirannya sempit, seperti menganggap agama Islam hanya tentang ibadah ritual semacam sholat dan puasa saja.

Cethek berarti pemikirannya dangkal, tidak memiliki landasan logika dan syariat yang kuat, apalagi landasan fiqih serta filosofi Islam.

“Yang penting Pak Harto turun, tapi tidak berpikir setelah turun kelanjutannya bagaimana. Dipikirnya mengojek itu bukan agama, bukan Islam; padahal merupakan amal sholeh, karena menafkahi anak-istri. Dikasih tahu kenduri itu bid’ah, langsung bingung, karena tidak punya landasan berpikir yang kuat.” Demikian sedikit dari sekian banyak contoh yang disebutkan Cak Nun malam itu.

Hawa dingin sehabis guyuran hujan deras dan lembabnya alas duduk yang tergelar di atas halaman becek, tak menyurutkan kesungguhan hati Jannatul Maiyah untuk menyimak penjelasan Cak Nun.

“Maka tugas ulama dan para ustadz adalah melatih landasan berpikir, supaya Islam bisa dipahami secara mendasar.” demikian Cak Nun di Bangbang Wetan yang malam itu mengambil tema “Menanti Ajal”.

(Eryani Widyastuti)