Prolog

Prolog Bangbang Wetan April 2016 Tadabburan

Prolog BangbangWetan Edisi:  April 2016
Dengan Tema:  Tadabburan “DI SINI, SAAT INI”

bbw april Tadabburan

BISIK-BISIK yang ditangkap telinga intelijen kultural kami mendapati beberapa informasi penting mengenai rutinan Bangbang Wetan. Berbeda dengan quisioner yang datanya sangat statistikal dan valid, data dari sisi informasi lisan ini sangat beragam. Di antara puspa ragam itu, yang kami telusuri lebih jauh adalah ungkapan-ungkapan kecewa, masygul dan sederet patologis wajar lain yang siapa tahu bisa kita bersama urai dan temukan penyembuh atau minimal penghilang rasa sakitnya.

Masuk dalam kategori penting, “rerasan” itu menyangkut tema. Tema BBW akhir-akhir ini menampilkan bahasa yang oleh sebagian kita terkesan hiperbolik, melangit, “kemelipen” dan karena itu tentunya tidak membumi. Lebih konkritnya, ungkapan yang ditulis tidak bersinggungan dengan kasunyatan hidup dari sebagaian besar kita. Sebagai satu bentuk media komunikasi, ada rasa bahwa “sapaannya kurang bersahabat”. Penggiat seolah asyik dengan wacananya sementara jama’ah datang dengan berpuluh soal dan keluhan yang sedikit banyak berharap mereka temukan jawab dari BBW sebagai forum pencerahan, oase di tengah keringnya situasi jaman.

Berangkat dari kenyataan itu, Tema dan atmosfir Bangbang Wetan April kami dedikasikan untuk jama’ah sepenuhnya. Mengambil tajuk “Di Sini Saat Ini”, kita jadikan format lesehan kita sebagai sebuah forum yang memerdekakan siapa saja untuk bicara apa saja. Dari keluhan mengenai masih mahalnya harga cabai kerting, susahnya menemukan pantai wisata yang bersih di Surabaya, hingga keluhan mengenai sulitnya menyelesaikan skripsi atau mungkin juga terkait rebut-ribut proyek reklamasi di sebuah teluk nan jauh di sono, sah untuk kita dengar dan artikulasikan kembali. Secara sederhana, acara bulanan kita malam ini adalah “jama’ah punya”.

Dengan panduan hangat moderator andalan kita, mari tumpahkan semua yang menjadi keluh kesah, pemikiran, harapan atau usulan anda tentang apa saja, terkait siapa saja. Ditemukan solusi atau semakin pening kepala, bukan wilayah kita. Agar semakin marak suasana, jawaban-jawaban, bantahan, ide dan terobosan serta penambahan wacana kami buka bagi jama’ah juga. Satu aturan tak tertulis yang wajib kita sepakati di awal adalah untuk tidak mengajukan derita finansial ke sesama kita. Selain nuansanya dirasa kurang tepat, kelihatannya untuk hal-hal seperti ini kita semua.sedang menghadapi masalah yang sama.

Mengamati hasil quisioner dan tampilan kasat mata, masih banyak kerinduan akan hadirnya pendamping hidup tautan hati yang memenuhi udara malam halaman Balai Pemuda ini. Untuk itu, kita memberi kesempatan selebar-lebarnya meski tidak usah sepanjang-panjangnya karena batasan waktu tetap berlaku bagi siapapun saja untuk tepe-tepe, curi perhatian dan sebarkan jaring pesona. Tentu saja, tebar pesonanya harus tetap elegan dan yang lebih penting usahlah sampai kelegen.

Bernada agak serius, kami ingatkan bahwa anugerah faal  yang kita terima diantaranya adalah dua telinga dan hanya satu mulut saja. Artinya, Bangbang Wetan April tidak mengagitasi format “Let’s speak” namun juga tetap mengintensifkan kemampuan kita untuk lebih intens dalam menyimak, mendengar dengan seksama kepada siapapun yang sedang angkat suara. Ayo, rek!