PROLOG BANGBANGWETAN SEPTEMBER 2016
img_7295-3

       Salah satu konvensi yang secara samar berlaku di kalangan JM adalah melakoni proses, bekerja, belajar, menemukan solusi-solusi, dan melaksanakan satu atau banyak hal sekaligus yang tidak disertai sebongkah target.
Apapun yang menjadi “hajatan” di kosmos Maiyah diselenggarakan tanpa beban apapun kecuali berlangsungnya proses itu sendiri. Bahwa di dunia sebelah sana dikenal adanya “hasil tidak pernah menipu proses”, bagi orang-orang Maiyah tidak sekalipun menjadi kerisauan yang mengusik asyiknya berproses.

         Demikian kiranya Bangbang Wetan. Forum yang dalam sejarahnya diputuskan pada satu pertemuan di sebuah instansi non pemerintah itu dilaksanakan dengan satu kredo yang sering diucapkan Cak Nun: Bismillah ae.. Dalam perjalanannya, forum ini juga menerapkan secara tegas pernyataan Cak Nun tentang dahsyatnya “niat baik”. Pada tataran yang lebih taktis dan praktis ada idiom yang sangat valid keabsahannya: Gusti Allah sugih (Allah sungguh kaya).

          BangbangWetan pernah mengangkat isu-isu aktual dari segala skala, tingkatan, ruang lingkup dan disiplin ilmu multisektoral. Sedikit catatan dari sekian banyak yang terserak: pembahasan jama’ah Ahmadiyah, dualsme Persebaya, penggusuran stren kali Jagir, Pasar Turi, ketokohan Hitler, dunia pendidikan, dilema Dolly, pilleg & pilpres, perayaan Valentine, percikan lumpur Lapindo, budaya selfie, hak kehormatan atas harga diri bangsa, pemahaman kembali mengenai jati diri dan kewajiban asasi, serta keadilan dan arti kemerdekaan.Point-point di atas pernah menjadi bahan perbincangan yang tidak memerlukan jawab atas pertanyaan terkait hasil apalagi tingkat kepuasan.

          Bangbang Wetan sebagai majelis ilmu dan forum pencerahan juga menjadi media ekspresi dari beragam bentuk kesenian. Sebut saja qasidah, banjari, kelompok sholawatan, gamelan progresif, wayang digital, juga ludruk dan kidungan. Lebih spesifik ke musik, mungkin tinggal menunggu waktu saat sebuah mini orkestra dan dangdut koplo mengaduk-aduk malam yang panjang di event bulanan ini.

          Secara kronologis, dari September 2006 ke September 2016 memberi makna betapa, alhamdulillah, Bangbang Wetan telah melampaui satu dasa warsa. Selain tumpeng kebersamaan yang akan kita nikmati penuh suka cita, tak tersisa hal lain kecuali jutaan rasa syukur yang kita haturkan kepada Allah karena hanya dan hanya Dia yang memberi api sekaligus nyala untuk cinta kita.

Redaksi :ISIMBangbangWetan
#BbW1dekade