Kembali ke rumah dan kedatangan tamu, itulah yang menggambarkan BangbangWetan edisi Agustus 2018. Dilaksanakan sehari setelah Padhang mBulan, tepatnya hari Senin, bertempat di halaman Balai Pemuda Surabaya. Sebelum memulai diskusi, dua moderator muda mempersilakan tamu asal Gambang Syafaat, Wakijo lan Sedulur, memberikan penampilan terbaiknya yang turut meramaikan BangbangWetan malam ini. Sejak 2 malam yang lalu mengisi Gambang Syafaat, Wakijo lan Sedulur melakukan road show ke Padhang mBulan dan malam ini di BangbangWetan.

Salah satu tembang yang dibawakan Wakijo lan Sedulur berjudul “Mari Pulang” terdengar selaras dengan tema BbW edisi kali ini, “Ruwat”. Mengajak pulang kepada diri sendiri dan mengenal asal diri dalam proses “meruwat diri”. Tema tersebut terinspirasi dari salah satu adegan dalam lakon Nabi Darurat Rasul Ad-hoc, yang naskahnya ditulis langsung oleh Mbah Nun. Naskah ini pernah ditampilkan oleh Teater Perdikan di Jakarta dan berlanjut ke kota-kota lain termasuk Surabaya pada tahun 2012.

Dilingkupi setengah bangunan kompleks Balai Pemuda Surabaya yang masih dalam tahap ‘di-ruwat’, diskusi dimulai dengan meminta persepsi jamaah mengenai apa itu ‘ruwat’.