Berita

Sebuah Pengungkapan Kisah dan Kerinduan

Enak ya di Makassar ini, berhenti di Rest Area dijamu dengan roti dan teh gratis. Di Jawa ndak ada lo, Rest Area yang menyediakan roti dan teh gratis, la wong mau buang air kamar mandi saja bayar kalau di Jawa

Kurang lebih pukul 16.00 WITA, kami tiba di tanah Makassar. Dengan sangu syukur karena tiba dengan selamat dan dijaga oleh Allah di sepanjang perjalanan. Sambil menunggu dulur-dulur tiba, kami ngopi di peristirahatan pojok bandara dengan Cak Sutar Paseban, untuk mengatur sampai lengang dan tenang. Tetiba tak beberapa lama, Mas Fahmi Kenduri Cinta datang bebarengan dengan Mas Prayogi ReLegi untuk menyapa dan ikut gabung ngopi dan ngeteh.  Jam 17.00 WITA juga menyusul tiba dan gabung di warung cangkruk kami. Dari sedulur Wakijo Gambang Syafaat, dulur Saba Maiyah, dan Juguran Syafaat.

Pukul 19.29 WITA kita berangkat menuju Mandar dijemput dengan mobil yang sudah disediakan sedulur Mandar. Ada satu momentum yang membuat rombongan kami kagum dan sekaligus tersindir adalah ketika kami berhenti di Rest Area untuk melayani kebutuhan jasmani untuk makan, di sana tersedia secara gratis roti isi selai gratis (Roti Maros) beserta teh anget, yang tinggal ambil sesuai kebutuhan dan sesuka hati. “Enak ya di Makassar ini, berhenti di Rest Area dijamu dengan roti dan teh gratis. Di Jawa ndak ada lo, Rest Area yang menyediakan roti dan teh gratis, la wong mau buang air kamar mandi saja bayar kalau di Jawa”, ungkapan rasa kagum Bang Roni Lampung. Selama perjalanan juga disangoni bingkisan roti oleh perwakilan dulur Papperandang Ate yang menjemput, jika sewaktu perjananan rasa lapar hadir kembali. Memang kami rasakan kesan pertama di tanah Makassar, kita di sambut dengan rasa manusia.  Ikuti terus kisah dan pengalaman sepanjang perjalanan kami ya sedulur. (AU)

 

Makassar, 20 November 2019