Berita, Kolom Jamaah

Setangguh Rajawali

oleh: Anisa Hadiati

Jerman, 2011.


Revolusi Industri 4.0 bergema. Kemajuan teknologi dan informasi melesat secepat kilat. Seolah tak terkejar oleh kecepatan manusia beradaptasi. Perkembangannya menciptakan pasar baru melalui sistem cerdas berbasis online, yang berarti temuan ini dapat mengurangi peran manusia dalam keterlibatan industri. Pun menimbulkan berbagai dampak yang berpengaruh pada stabilitas negeri.


Termasuk di Nusantara.

Ibu pertiwi kehilangan cinta, meratapi dan merindukan putra putrinya, rakyatnya, bangsanya yang hampir kehilangan marwah Nusantara-nya. Pandangan sebelah mata, perlahan mengikis moral dan integritasnya, bahkan diperparah akibat kapitalisasi teknologi dan industrial.

Apakah ini menjadi penyebab keresahan ibu Pertiwi?

Kekhawatiran yang membuncah tatkala putra putrinya bisa saja terdampak dan terpengaruh oleh hal-hal tertentu yang menggerogoti sisi humanis dalam diri mereka. Hingga lupa diri, tak peduli pada sesama, pada negara, pada pemimpinnya, pada tanggungjawabnya menjadi khalifah di bumi pertiwi. Tidak ingat bahwa campurtangan putra putri pertiwi sangatlah penting untuk menciptakan dan menemukan WaliRaja, pemimpin dalam dirinya sendiri maupun dalam bernegara sebagai Wali Allah.


Kilasan pertanyaan ini kiranya bisa menemukan konteks dan tempatnya di pementasan teater WaliRaja – RajaWali dalam hitungan hari mendatang. Lakon WaliRaja-RajaWali sambang tandang di Surabaya sebagai momentum untuk meletupkan kembali marwah Nusantara dalam diri arek-arek Suroboyo dan seluruh bangsa Indonesia. Menghidupkan sisi humanis serta menjadi awal dari bangkitnya semangat untuk berperan menjadi bangsa yang lebih tangguh setangguh RajaWali. []

Leave a Reply

Your email address will not be published.