Tahadduts bil barokah
(Berita singkat detik-detik menuju 13 tahun Bangbang Wetan)

Jika menurut perspektif pemuda jaman now malam minggu adalah malam yang spesial dan skaral, para volunter Bangbang Wetan punya pemaknaan tersendiri mengenai malam minggu tanggal 14 September 2019 ini. Karena pada minggunya adalah hari puncak rasa syukur kami kepada Bangbang Wetan atas keberkahan dan pancaran manfaatnya membersamai kami sampai pada 13 Tahun putaran, yang rencananya diselenggarakan di Halaman TVRI stasiun Jawa timur. Sehingga lahirlah kesadaran untuk imbal-balik kepada Bangbang Wetan untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Bangbang Wetan dan semua Jamaah Maiyah yang berkenan hadir.

 

Malam minggu kini kami nikmati dengan tandang dekorasi panggung dengan detail: ada yang sedang mengerjakan font timbul yang dibuat dari steroform, ada juga yang mempersiapkan desain gapura sebagai latar belakang panggung agar terkesan ada sesuatu yang baru dari yang sebelumnya. Masing-masing saling mengisi dan melengkapi untuk tandang bareng: ada dari bonek yang sengaja datang dari siang; terlibat dari bongkar level panggung sampai mewarnai huruf Bangbang Wetan agar semakin tegas dan cerah warnanya, ada perwakilan dari simpul waro’ kaprawiran yang sengaja datang langsung dari ngawi, ikut nimbrung rasa syukur, ada juga dari pegiat bumi datar, Cak irul; walaupun datangnya belakangan tapi kehadirannya sebagai charger energi dan pikiran yang fresh dengan membubuhkan pengalaman kreatifitasnya dengan semakin memperindah desain font dan dekorasi panggung. Tak ketinggalan juga cak Faisol yang kemarin hadir ngewangi mlamir dan ngecat gapura panggung, malam ini juga menyumbangkan tenaganya untuk memberikan arahan berdasar pengalamannya diselingi cerita sejarah madura dan perannya dalam keberlangsungan negara dan jokes kas maduranya kepada volunter yang ad-hoc dalam segi pengalaman, tetapi atas keyakinan dan rasa syukur itulah para volunter dapat mengerjakan sesuatu yang baru bagi pengalamannya tapi hasilnya tak kalah jika di ukur dengan hasil dari tenaga yang sudah ahli.

Wehehehe, tapi tak sesempurna yang ahli juga sih, juga tak jelek juga jika dinilai keindahannya. Semua unsur keutuhan Bangbang Wetan tumplek blek menjadi satu niat dan tujuan bersama. Menjalani tahadduts bi barokah kepada Allah, Kanjeng Nabi, Marja’ Maiyah dan Bangbang Wetan sebagai tajalli-Nya. Matur suwun Bangbang Wetan, mpun saget ngrangkul kulo: kaum protolan dan guakkan sehingga iso ketoto urip lan laku kulo mlampahi ngabekti marang Gusti.

Surabaya, dini hari 15 September 2019