Kolom Jamaah

Tangis Syawal dan Three Musketeers

Oleh: Rio NS

Dilihat dari cara pandang bahwa kehidupan adalah perjalanan dengan kelok dan tikungan serta varian “gunung dan lembah” yang akan seperti itu adanya, Lebaran bisa jadi adalah satu jenis tikungan, puncak, tanjakan atau justru turunan yang selalu meriah. Setidaknya bila dilihat dari persentase keikutsertaan jenis, golongan dan lapisan masyarakat di dalamnya.

Ya, lebaran berkenaan dengan siapa saja dan di mana saja. Seperti kejadian yang sama menyangkut akan dilaksanakannya pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Semua orang merasa terlibat, berpikir bahwa mereka punya hak untuk terlibat sehingga berkewajiban juga untuk memperjuangkan dan mengekspresikan keterlibatannya. Siapapun dia,  dimanapun tempat mukim dan kesehariannya, percikan pengaruh apa terkait siapa Gubernur ibu kota bukan alasan penggugur bagi keyakinan bahwa pokok bahasan ini merupakan satu bagian dari concern zone yang menyangkut reputasi bahkan kelangsungan hidup.

Demikian halnya dengan Lebaran. Cobalah tengok pusat-pusat perbelanjaan. Peraga, suasana, penataan ruang dan program rabat belanjanya digencar-lakukan untuk memastikan terciptanya suatu “Idul Fitri Bersama Keluarga Dengan Busana Syar’i dan Trendi”, atau “Yuk, Ramaikan Lebaran Dengan Tampilan Terbaikmu!”. Kalau langkah kita teruskan, di sepanjang jalan kita akan sampai pada satu kesadaran bahwa tidak satupun toko yang sepi. Lebih tepatnya, komoditas barang atau jasa apapun yang ditawarkan bisa dipastikan ramai pembeli.

Kegiatan yang berlangsung di keseharian sekitar seperti seiring sejalan. Antrian pembelian tiket berbagai moda transportasi, perbincangan mengenai jadwal pulang kampung dan berapa hari cuti tambahan hendak diajukan menjadi topik hangat yang trending. Lalu lintas transaksi di dunia maya meningkat dan seirama dengan sektor offline, semua lapak, semua gerai sibuk melayani pesanan. COD atau transfer duluan tidak menjadi masalah karena semua kita sedang dalam kondisi pegang uang dan bersiap menyambut lebaran.

Mari kembali ke rumah. Sebentuk bangunan ternyaman dimana peradaban inti terus dianyam. Para ibu sibuk menelisik puluhan tawaran yang datang. Dalam bentuk pesan pribadi atau broadcast terbuka di BBM, FB maupun WA, serta tentu saja mereka yang datang bertamu. Kapasitas dan frekuensi penawarannya memiliki traffic yang lebih tinggi dari bombardir iklan di televisi. Mereka menginformasikan atau lebih tepatnya menjual apa saja. Busana dan kebutuhan boga menempati urutan pertama.

Diikuti dengan uba rampe berkenaan dengan ritual 1 Syawal: mukena corak terbaru dengan bahan katun jepang atau korea atau sarung anak dengan asesories tokoh kartun ternama. Peralatan dapur, furniture, bed set atau perlengkapan tidur, kelambu  dan korden hingga paket berlangganan tv kabel. Advertorial itu juga menyangkut persewaan mobil jasa, perbaikan rumah dan taman hingga layanan penjagaan tempat tinggal.

Lebaran selalu berhubungan dengan banyaknya tamu yang datang. Akibatnya adalah bahwa persiapan menghadapinya harus tuntas kita lakukan sepanjang Ramadan. Diantara banyak persiapan itu, suguhan dan jajanan adalah hal pokok yang tidak boleh terlupakan. Berbagi macam inovasi kue-kue lengkap dengan kemasan cantiknya siap kita pesan. Namun cobalah teliti, sudah adakah tiga jenis ini bagi pemanis table top  di ruang tamu dan beranda: putri salju, kastengel, dan nastar. Yup,  inilah tiga serangkai yang kehadirannya setia menggawangi hari raya. Berapapun banyaknya varian baru dilahirkan, kawanan “tiga menguak takdir” ini senantiasa hadir.

Ramadan menawarkan tiga hal mengasyikkan berupa rahmat, ampunan dan dijauhkannya kita dari api neraka. Namun gempita Lebaran mengajarkan kita untuk menetapkan pilhan kepada three musketeers. Sesuatu yang naïf meski sulit mendapatkan premis “dimana salahnya” atau “lalu mengapa”. Ah, sudahlah. Bukankah kita telah sepakat dengan kebenaran bahwa Lebaran untuk siapa saja dan dimana saja? Sehingga mari tidak usah berpikir panjang dan kepada The Three Musketeers ayo ucapkan salam selamat datang.

lebarann
Dok. google

*Nugroho R. Sanyoto (Rio Ns) – Salah satu penggiat BangbangWetan, penulis dan praktisi pemasaran berbagai produk berskala nasional khususnya produk-produk farmasi. Dapat ditemui di akun Facebook : N Prio Sanyoto