Uluk Salam Untuk Tanah Doa-Mandar

Perjalanan kami ini membawa sangu rindu dan cinta Al-Mutahabbina Fillah dari Keluarga Besar Bangbang Wetan dan Jamaah Maiyah Nusantara untuk keluarga Ibu Cammana, Imam Lapeo, Tamalele, H Talapa dan Keluarga Papperandang ate. Tujuan lainnya adalah napak tilas di Tanah Doa yang tak lain adalah Tanah Mandar di Sulawesi Barat

Menurut tadabbur kami, mandar bermakna “semoga” dalam khasanah basa Jawa. Begitu pula makna mandher dalam bahasa Madura yangul juga bermakna semoga. Jadi, perjalanan ke Tanah Mandar kami maknai sebagai perjalanan spiritual menyampaikan rindu dan cinta yang berpendar dari keluarga besar BangbangWetan dan Jamaah Maiyah Nusantara kepada Tanah ‘suci’ doa-mandar.

Kami terbangkan rindu dan cinta dengan semangat ‘singa’ untuk tetap tangguh memegang teguhnya dan menulis sejarah dalam setiap jejak langkah pertemuan raga dan rasa. Semoga pertemuan rindu merajut rihlah cinta Mutahabbina Fillah dunia-akhirat maupun akhirat-dunia. Mempendarkan cahaya rahmat dan keselamatan yang saling mengamankan dalam ihdinash shiratal mustaqim. Assalamu’alaikum Mandar. Kami berguru kepadamu. #RihlahMandar