Oleh: Mashita Charisma DE.

(Untuk 12 tahun BangbangWetan)

 

Berawal dari ajakan teman untuk menyumbangkan sebuah tulisan, dipertemukanlah saya dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Saat itu di sebuah warung kopi, saya dan kedua teman disambut hangat oleh mereka. Ya, para wajah-wajah lama yang berkecimpung di BangbangWetan. Salah satu pesan yang disampaikan oleh salah seorang penggiat kepada kami adalah, “Pokok’e sampean kudu memahami dan masuk neng dunia’e arek-arek aneh iki dhisik, mbak.

 

Memang benar, kami pastinya berbeda-beda karakter dan pemikiran. Tidak mudah memang menyatuhkan banyak kepala dengan pemikiran yang berbeda di dalam satu ruang. Tapi yang saya lihat, para penggiat BangbangWetan begitu legawa saat usul atau pendapatnya tidak disetujui yang lain. Saya pun menikmati gontok-gontokan kecil yang kadang hadir sebagai bumbu pemanis di dalamnya. Sebuah dawuh Mbah Nun di salah satu acara CNKK yang menjadi sebuah pegangan saya sampai saat ini dalam berkecimpung di BangbangWetan adalah, “Lek Maiyahan ojok golek opo-opo, lillahi ta’ala, rek. Diniati shodaqoh.” Sebuah kalimat yang benar-benar menjadi mantra ampuh bagi saya sampai saat ini.

 

Maiyahan-maiyahan tok tapi ora iso manfaat nggo sesama terus oleh opo? Kadang acara ngopi bareng itu sebuah agenda yang saya rindukan saat ini. Betapa menyesalnya melewatkan acara ngopi bareng beserta dinamika obrolan mereka. Harapanku, semoga kedepan semakin banyak wanita-wanita yang ikut ngubyek dapurnya BangbangWetan. Mari kita menambah manfaat untuk diri kita bersama, menikmati ngopi bareng, dan menambah ilmu bersama-sama kami di lingkaran penggiat BangbangWetan. Dua belas tahun rumah kedua kami, semakin dewasa dan menebar benih-benih kebaikan di dalamnya.

 

 

Penulis adalah Jamaah Maiyah asal Sidoarjo yang berkecimpung dalam bidang pendidikan anak usia dini serta aktif menulis .Bisa disapa di akun instagram @sitaeliyas