Kolom Jamaah

Tips Menjemput Malam Lailatul Qadar

Oleh: Imroah

Hampir semua muslim berbondong-bondong untuk menjemput Lailatul Qadar. Apa itu Lailatul Qadar? Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Hal tersebut disebutkan Allah dalam surah Al-Qadr ayat 1–5:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar. Tahukah kamu, apakah malam qadar itu? Malam qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar”.

Lailatul Qadar merupakan malam ketika wahyu pertama untuk Nabi Muhammad turun melalui Malaikat Jibril setelah melalui pengasingan di Gua Hira. Lantas, bagaimana tips menjemput malam Lailatul Qadar?

Baiklah, sebelum membahas mengenai tips, alangkah baiknya kita samakan pemahaman dulu mengenai malam Lailatul Qadar. Maaf mungkin ini sedikit berbeda dengan pendapat banyak ulama, ini hanya pendapat pribadi. Jika salah mohon dikoreksi, karena sejatinya manusia tempatnya salah. Namun, juga selalu ingin belajar dan ingin tumbuh pemahamannya.

Masih ingat dengan Rukun Iman? Iya benar. Dalam Rukun Iman ada iman kepada Qada dan Qadar. Apa itu Qada dan Qadar? Qada dapat dipahami sebagai putusan Allah pada azali atau mengenai suatu hal yang akan menjadi apa kelak. Sedangkan Qadar merupakan realisasi Allah atas qada terhadap diri manusia sesuai kehendak-Nya. Misalnya, Allah akan menjadikan seseorang menjadi baik dan berpengetahuan, itu adalah Qada. Sedangkan bentuk nyata atau realisasi dari kebaikan dan pengetahuan tersebut adalah Qadar.

Iman terhadap Qada dan Qadar berlaku terhadap kepercayaan terhadap bulan seribu bulan (Lailatul Qadar). Lalu apa yang ingin saya hubungkan antara Qada dan Qadar dengan Lailatul Qadar. Bukankah ini dua hal yang berbeda? Di sini ingin saya tuliskan beberapa korelasi tentang Rukun Iman dan Lailatul Qadar, pastinya untuk bisa menjemput malam Lailatul Qadar. Meskipun kembali lagi Lailatul Qadar adalah mutlak rahasia Allah, kita hanya menerka dan berusaha menjemput malam seribu bulan. Wallahua’lam bissawab.

Korelasi Qada dan Qadar dengan Malam Lailatul Qadar Menuju Fitri

Seperti yang telah saya paparkan di atas tentang Qada dan Qadar, Lailatul Qadar juga merupakan bagian dari takdir Allah. Saya mengatakan demikian karena hanya Allah yang tahu kapan malam Lailatul Qadar terjadi dan saya pun meyakini Allah telah menentukan siapa- siapa yang mendapatkan qadar-Nya. Meskipun banyak hadis meriwayatkan kapan malam qadar diturunkan. Namun tidak ada salahnya salahnya kita berikhtiar. Siapa tahu Allah dengan belas-kasih-Nya memberikan malam qadar karena kesungguhan kita mencintai-Nya. Kita simak hadis tentang malam Lailatul Qadar yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut ini:

التمِسوها في العشرِِ الأواخرِِ من رمضانَ، ليلةَِ القدرِ، في تاسِع ةِ تَبقى، في سابِع ةِ تَبقى، في خامِس ةِ تَبقىِ

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan, pada malam yang kesembilan tersisa, malam yang ketujuh tersisa, malam yang kelima tersisa”. (HR. Bukhari)

Banyak ulama yang menjelaskan jika awal Ramadhan jatuh pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, ada juga yang menyebutkan dengan lebih spesifik yakni jika hari A maka Lailatul Qadar akan terjadi pada malam B, jika awal Ramadhan jatuh pada hari C maka Lailatul Qadar akan terjadi pada malam D, dsb. Kita sebagai awam, tidak ada salahnya mencari Lailatul Qadar dengan jalan tawaduk kepada beberapa pendapat, selagi masih dalam koridor fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Bagi saya malam Lailatul Qadar adalah bagian dari dialektika Allah kepada hambanya. Ibarat orang tua yang memberikan reward kepada anak yang mendapat nilai bagus dalam ujian sekolah selama satu tahun. Maka anak akan diberikan hadiah berupa hal yang disukainya. Lailatul Qadar diberikan Allah kepada hambanya berupa kebaikan seribu bulan dengan keutamaan-keutamaannya. Kemudian, Allah memuncaki dengan Idulfitri atau fitrah. Setelah lulus dengan mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar maka seseorang akan menjadi fitri.

Tips Menjemput Malam Lailatul Qadar

Jika Anda menyetujui pendapat saya tentang Lailatul Qadar sebagai reward Allah, maka tips menjemput malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut:

  1. Lailatul Qadar adalah puncak “pencapaian”, sebagaimana Allah memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad atas kebaikan yang dilakukan Nabi Muhammad semasa hidup. Allah memberikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Bahkan bukan hanya untuk Nabi Muhammad, tetapi bagi semua manusia. Maka hal yang kita lakukan tidak jauh dengan apa yang dilakukan Nabi Muhammad yakni berbuat baik. Tidak hanya di bulan Ramadhan saja, melainkan setiap waktu dan tempat.
  2. Lailatul Qadar juga bisa diberikan atas belas-kasih Allah, keterharuan Allah atas apa yang kita lakukan. Maksudnya ketika Allah merasa terharu maka bisa jadi malam itu Allah menurunkan qadar-Nya kepada kita. Meskipun kita dalam keadaan terlelap. Saran saya, buatlah Allah terharu.
  3. Lailatul Qadar mungkin bisa juga turun sewaktu-waktu. Seperti kisah seorang wanita yang memberi minum anjing dan atas keharuan Allah maka wanita tersebut diberi “kavling tanah” di surga. Jadikan setiap hari dan waktu adalah Qadarullah.
  4. Lailatul Qadar bisa berupa hidayah yakni mutlak kuasa Allah. Qada dan Qadar yang telah saya sebutkan di atas, Lailatul Qadar bisa turun atas azali dan direalitaskan berupa hidayah. Ini adalah hak prerogatif Allah.

Itu adalah beberapa tips untuk kita yang ingin menjumpai malam qadar. Semoga kita semua mendapat kesempatan mengecap nikmatnya Lailatul Qadar. Aamiin. Wallua’lam bissawab.

—o0o—

Penulis sedang menapak jalan sunyi. Bisa disapa melalui akun Facebook: Imroah dan IG: Imroah73

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *